Lampung Selatan

Lampung Selatan Menuju All Out Desa Maju Dan Mandiri

Avatar photo
145
×

Lampung Selatan Menuju All Out Desa Maju Dan Mandiri

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN— Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lampung Selatan, Erdiansyah SH MM mengungkapkan, berdasarkan Index Desa Membangun (IDM), sejak 2023 Lampung Selatan dinyatakan zero atau bebas dari desa dengan status desa tertinggal ataupun sangat tertinggal.

Bahkan pada 2024 ini, Erdiansyah mengungkapkan, sebanyak 134 desa atau lebih dari separuh (52,34%) dari 256 jumlah desa di Lampung Selatan telah menyandang status desa maju dan mandiri.

Disclaimer: IDM merupakan indikator pemerintah dalam mengukur pembangunan desa melalui enam dimensi, yakni Layanan Dasar, Sosial, Ekonomi, Lingkungan, Aksesibilitas dan Tata Kelola Pemerintahan Desa.

“Berdasarkan IDM 2024, 20 desa di Lampung Selatan tercatat berstatus desa mandiri dan 124 desa dengan status desa maju. Sedangkan sisanya berstatus desa berkembang. Untuk diketahui, ada 5 peringkat status desa dalam IDM. Pertama, dengan status mandiri, kedua desa maju, ketiga desa berkembang, ke-empat tertinggal dan kelima sangat tertinggal,” ujar Erdiansyah di ruang kerjanya, Selasa 25 Juni 2024.

Erdiansyah menuturkan, prosesi peningkatan status desa berdasarkan IDM di Lampung Selatan setiap tahunnya mengalami trend grafik yang positif. Dimana, diungkapkan mantan Camat Kalianda ini, pada 2019 silam di Lampung Selatan tercatat masih ada 13 desa berstatus desa tertinggal, kemudian pada 2020 mengalami penurunan hingga 8 desa tertinggal, 2021 menjadi 6 desa tertinggal, kemudian pada 2022 hanya tinggal 1 desa yang berstatus tertinggal dan akhirnya pada 2023, Lampung Selatan dinyatakan zero atau nihil desa tertinggal.

“Alhamdulillah berkat arahan Bupati Lampung Selatan, bapak Hi Nanang Ermanto agar dana desa dapat dikelola dengan baik dan dilaksanakan dengan skala prioritas, terutama untuk sarana dasar, infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan ekonomi kreatif, kemajuan desa-desa di Lampung Selatan setiap tahunnya terus meningkat dan semakin pesat,” imbuh Erdiansyah seraya menyebutkan pesan bupati lainnya yakni agar setiap desa dapat menggali potensi di desanya masing-masing untuk meningkatkan pendapatan desa demi kesejahteraan masyarakat.

Tidak sampai disitu, Menurut Erdiansyah, Pemkab Lamsel saat ini masih terus melakukan inovasi dan terobosan guna kemajuan bagi desa-desa dan kesejahteraan masyarakatnya. Seperti menggalakkan desa percontohan dalam mengembangkan program Rumah Sehat dengan pemanfaatan pekarangan K3 (Kebun, Kolam dan Kandang) yang dikolaborasikan dengan program Pegi Kemerang (Pemanfaatan Gizi Keluarga dari Pekarangan) dari Dinas Ketahanan Pangan.

“Dalam program ini sebagai motor adalah Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Lampung Selatan, ibu Hj. Winarni Nanang Ermanto. Dimana salah satu tujuan program ini menjadi bagian dari penanganan dan pencegahan stunting dalam Proyek Cetak Generasi Unggul. Yakni pemenuhan gizi keluarga dapat diperoleh dari pemanfaatan pekarangan, berupa Kebun, Kolam dan Kandang. Dengan berjalannya program ini, maka kedepannya tidak akan lagi ditemukannya kasus stunting di wilayah Lampung Selatan,” jelas dia.

“Saat ini fokus pada proyek cetak generasi unggul dan penuntasan kemiskinan di desa, mulai dari swasembada Kakus (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan, penuntasan stunting dan swasembada gizi. Kemudian tekan angka putus sekolah melalui program swasembada sekolah. Program bedah rumah melalui swasembada rumahku, ada juga program swasembada lingkungan, ekonomi kerakyatan dan juga kesehatan inklusif. Dengan berjalannya program-program tersebut yang merupakan bagian dari indikator penilaian IDM, maka berbanding lurus juga dengan peningkatan IDM dan juga IPM (Index Pembangunan Manusia),” pungkas Erdiansyah. (Ronald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *