Lampung

Pemprov Lampung Bentuk Satgas Cegah & Berantas Judol.

Avatar photo
119
×

Pemprov Lampung Bentuk Satgas Cegah & Berantas Judol.

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG — Gerakan melawan menggilanya kegiatan judi online (judol), juga masuk ke jajaran Pemprov Lampung. Rencananya, Senin (1/7/2024) petang nanti, secara resmi pemprov akan membentuk satuan tugas (satgas) pencegahan dan pemberantasan judi online (judol) di lingkungan birokrasi dan pegawainya.

Pj Gubernur, Samsudin, diagendakan akan memimpin langsung pembentukan satgas cegah dan berantas judol tersebut, di Ruang Rapat Sakai Sambayan Kantor Gubernur Lampung.

Mengacu pada Agenda Harian Gubernur Lampung tanggal 1 Juli 2024, rapat pembentukan satgas pencegahan dan pemberantasan judol di lingkungan Pemprov Lampung itu akan dihelat pukul 16.00 WIB, yang juga akan diikuti oleh Sekdaprov, Fahrizal Darminto, Inspektur, Freddy SM, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik (PHP), Ganjar Jatiyono, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Qudrotul Ikhwan, Kepala Badan Kesbangpol, Pirsada, Kepala Diskominfotiksan, Achmad Syaefullah, Sekretaris DPRD, Tina Melinda, Kasat Pol PP, Zulkarnain, kepala Biro Hukum, sekretaris BKD, dan beberapa pejabat lainnya.

Menurut seorang pejabat Pemprov Lampung yang dihubungi melalui telepon Senin (1/7/2024) pagi, setelah satgas pencegahan dan pemberantasan judol terbentuk, maka akan dilakukan gerakan dengan melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap jajaran ASN di lingkungan pemprov.

“Banyak rencana aksi yang akan dilakukan kedepannya. Karena pemberantasan judol merupakan gerakan secara nasional. Tentu kami pimpinan di pemprov berharap, tidak ada ASN yang bermain judol. Untuk membuktikannya, maka perlu dilakukan langkah-langkah di lapangan,” kata pejabat yang tidak mau ditulis namanya ini, dengan alasan tidak ingin mendahului kebijakan Pj Gubernur, Samsudin.

Ditambahkan, pembentukan satgas pencegahan dan pemberantasan judol semacam ini, juga akan dilakukan oleh 15 pemkab/pemkot se-Lampung.

“Semua elemen pemerintahan harus bergerak, begitu juga dengan kekuatan masyarakat. Memberantas judol perlu kerja sama semua pihak,” imbuhnya.

(sugi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *