LampungWay Kanan

Mulyadi Kecam Ucapan Masda Yulita, Wartawan Jangan Urusi Kinerja Proyek Ecek-ecek

Avatar photo
271
×

Mulyadi Kecam Ucapan Masda Yulita, Wartawan Jangan Urusi Kinerja Proyek Ecek-ecek

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, WAYKANAN — Dalam salah satu acara, Anggota DPRD Waykanan dari Partai Gerindra, Masda Yulita dalam sambutannya mengatakan bahwa hendaknya para Wartawan tidak mengurusi (memberitakan) hasil pekerjaan proyek ecek-ecek di wilayah Kabupaten Waykanan.

Mungkin pada saat itu Masda Yulita merasakan gerah akibat pemberitaan media, yang mengungkapkan fakta bahwa hasil pembangunan fisik infrastruktur dinilai bermutu rendah dan terbukti setelah beberapa waktu diserah-terimakan bangunan tersebut telah rusak kembali yang tentunya dalam hal ini disebabkan oleh berbagai faktor.

Sementara berdasarkan legalitas kinerja Pers sesuai dengan yang diatur dalam Undang-Undang Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999 khususnya tentang Peranan dan Fungsi Pers disana telah dijelaskan secara rinci bahwa Pers memiliki tugas dan kewajiban untuk menyampaikan informasi yang akurat dan akuntabel dengan tetap menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah.

Salah seorang Wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Waykanan, Mulyadi dalam konfirmasinya kepada media ini, Rabu (3/7/2024) menyatakan mengecam ucapan yang dilontarkan oleh Anggota DPRD Way Kanan Masda Yulita didepan publik dan disini seolah-olah yang bersangkutan dengan sengaja ingin menguliti kinerja Pers, lebih jauh dari itu yang bersangkutan sudah mencoba membatasi, menghalang-halangi kinerja para rekan Wartawan.

Demikian pula dengan istilah “Proyek Ecek-ecek”, yang disampaikan oleh sdr. Masda Yulita dalam sambutannya juga terasa asing bagi telinga wartawan, karena selama ini belum pernah terdengar ada proyek ecek-ecek. Dengan demikian maka dapat diasumsikan bahwa sdr. Masda Yulita telah dengan sengaja membuat istilah-istilah yang justru merendahkan bahasa resmi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Menurut Mulyadi, diantara pekerjaan proyek infrastruktur yang dinilai bermutu rendah tersebut adalah pada pekerjaan infrastruktur jalan, seperti ruas jalan kabupaten, pembuatan jalan rigid beton dan proyek pembuatan sumur bor untuk menunjang kebutuhan para petani serta penyediaan air bersih untuk masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *