LampungTanggamus

Disdukcapil Tanggamus Ikuti Rakor Smart Village untuk Tata Kelola ADM Pekon

Avatar photo
151
×

Disdukcapil Tanggamus Ikuti Rakor Smart Village untuk Tata Kelola ADM Pekon

Sebarkan artikel ini
Oplus_0

Tintainformasi.com, Tanggamus — Guna mendukung program Smart Village, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tanggamus, bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Lampung, menggelar rapat koordinasi pemanfaatan data kependudukan pada Selasa siang, (9/7/2024), Pukul 10.00 WIB.

Rakor yang digelar di Aula Balai Pekon Gisting Atas, Kecamatan Gisting, tersebut melibatkan perangkat daerah setempat dan Pekon (Desa) yang masuk lokasi program Smart Village se- Kabupaten Tanggamus.

Disampaikan Sekretaris Disdukcapil Tanggamus, Usman, rapat koordinasi yang digelar, guna pemanfaatan data kependudukan, untuk mendukung program Smart Village di wilayah Pekon.

“Kita ikut rapat koordinasi yang digelar oleh Disdukcapil dan Dinas PMD Provinsi Lampung dalam pemanfaatan data kependudukan untuk mendukung program Smart Village,” kata Usman saat diwawancara usai kegiatan.

Usman menuturkan, kegiatan itu bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada Pemerintah Pekon yang masuk lokasi program Smart Village di Kabupaten Tanggamus dan betapa pentingnya pemanfaatan data kependudukan dalam mendukung program Smart Village.

“Supaya pemerintah pekon semakin masif dalam kepengurusan administrasi kependudukan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh pemerintahan pekon, terlebih masyarakatnya,” tuturnya.

Sementara, Kepala IT Program Smart Village Dinas PMD Provinsi Lampung David Kurniawan menyampaikan, dalam acara tersebut pihaknya diundang sebagai narasumber untuk pemanfaatan data Disdukcapil dengan Smart Village.

Dijelaskannya, Smart Village itu adalah aktivitas di Desa yang konsen pada tata kelola administrasi pemerintahan desa. Smart Village itu sendiri fokus pada bidang pemerintahan, kewilayahan, kemasyarakatan dan bidang inovasi.

“Keempat bidang ini adalah kewajiban aktifitas di pekon, isinya masalah data semua, jadi tujuannya mendorong pemerintah desa memberikan pelayanan prima ke masyarakatnya,” tandasnya.

(Hadi Haryanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *