BERITALampungPringsewu

Ambulans Bermasalah, Empati Dipertanyakan: RS Mitra Husada Tak Minta Maaf, Justru Kirim Survei Kepuasan ke Anak Pasien Meninggal

327
×

Ambulans Bermasalah, Empati Dipertanyakan: RS Mitra Husada Tak Minta Maaf, Justru Kirim Survei Kepuasan ke Anak Pasien Meninggal

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Pringsewu – Sorotan terhadap pelayanan RSU Mitra Husada Pringsewu semakin menguat. Di tengah duka keluarga almarhumah Marhamah (70), rumah sakit justru dinilai gagal menunjukkan empati dan kepekaan etis, menyusul keterlambatan ambulans pemulangan jenazah yang tak kunjung disertai permintaan maaf resmi.

Keluarga menyebut, sejak keluhan disampaikan pada pagi hari terkait keterlambatan ambulans, tidak ada penjelasan, klarifikasi, maupun komunikasi lanjutan dari pihak manajemen rumah sakit. Namun pada sore harinya, keluarga justru menerima pesan survei kepuasan layanan melalui aplikasi WhatsApp.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Pesan tersebut diterima oleh RW, anak almarhumah, sekitar pukul 18.00 WIB, pada hari yang sama setelah ibunya dinyatakan meninggal dunia. Dalam pesan itu, RSU Mitra Husada menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan keluarga dan meminta kesediaan untuk mengisi kuesioner penilaian layanan.

Ironisnya, pesan tersebut secara eksplisit mencantumkan nama almarhumah Marhamah. Bagi keluarga, langkah tersebut dinilai sangat tidak sensitif dan mencederai perasaan, mengingat mereka masih berada dalam suasana duka mendalam.

“Tidak ada permintaan maaf, tidak ada penjelasan. Tapi tiba-tiba kami diminta menilai kepuasan layanan. Ini bukan hanya mengejutkan, tapi juga menyakitkan,” ujar RW kepada wartawan.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai sistem komunikasi dan etika pelayanan RSU Mitra Husada. Keluarga mempertanyakan apakah pengiriman pesan survei tersebut dilakukan secara otomatis tanpa penyaringan kondisi pasien, atau mencerminkan tidak adanya protokol empati dalam penanganan kasus kematian pasien.

Dalam standar pelayanan kesehatan, kematian pasien bukan sekadar urusan administratif. Terdapat dimensi kemanusiaan, empati, dan tanggung jawab moral yang seharusnya menjadi perhatian utama institusi layanan kesehatan. Pengiriman survei kepuasan di tengah suasana duka, tanpa didahului permohonan maaf dan penjelasan atas keluhan layanan, dinilai menunjukkan lemahnya manajemen krisis dan komunikasi publik rumah sakit.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen RSU Mitra Husada Kabupaten Pringsewu belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan ambulans maupun pengiriman pesan survei kepuasan kepada keluarga pasien yang telah meninggal dunia. (Team)

Memuat judul...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *