BeritaTinta Informasi

Diburu Masyarakat! Jenis HP Ini Tiba-Tiba Laku Keras di Indonesia

144
Diburu Masyarakat! Jenis HP Ini Tiba-Tiba Laku Keras di Indonesia

Tintainformasi.com – Handphone yang sering dibeli masyarakat Indonesia bukan dari merek besar seperti Samsung atau Xiaomi.

Justru, produsen China pendatang baru berhasil menonjol.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Pabrikan ini bahkan meraih peringkat pertama sepanjang 2024.

Produsen tersebut tak lain adalah Transsion yang membawahi 3 merek ponsel. Masing-masing Infinix, Tecno, dan Itel.

Laporan IDC Quarterly Mobile Phone Tracker menunjukkan Transsion menjadi raja HP tahun 2024 dengan pangsa pasar (market share) 18,3%. Angka itu bertumbuh dari tahun sebelumnya sebesar 13,1%.

Pertumbuhan tahunan Transsion juga jadi yang terbesar dibandingkan produsen lain, yakni sebesar 61,7% year-on-year (yoy), dikutip dari laman resmi IDC, Rabu (6/3/2025).

Secara keseluruhan, IDC melaporkan pasar smartphone Indonesia bertumbuh 15,5% tahun lalu atau hampir 40 juta unit. Mayoritas didorong penjualan smartphone segmen low-end seperti yang ditawarkan Transsion.

Adapun segmen menengah (mid-range) juga tumbuh 24,9% YoY. Hanya segmen premium yang mengalami kemerosotan.

Smartphone dengan harga mahal lebih dari US$600 (Rp 9,8 juta) anjlok mencapai 9,2%. Sebagian besar disebabkan pelarangan seri iPhone 16 di Q4 2024.

IDC mengatakan pasar Indonesia sejatinya belum sepenuhnya pulih. Banyak konsumen yang masih cemas karena ketidakpastian dari segi politik dan ekonomi global.

“Pertumbuhan terus datang dari sisi penawaran dan permintaan masih lesu. Pertumbuhan diperkirakan ada di angka satu digit lebih rendah pada 2025,” jelas Analis Riset IDC Indonesia, Vanessa Aurelia.

Laporan itu juga mencatat pasar 5G mengalami peningkatan signifikan. Jumlahnya mencapai 25,8% dari 17,1% tahun sebelumnya.

Pertumbuhan positif itu, kata IDC, terjadi karena perilisan model baru. Perangkat 5G juga dirasa kian terjangkau pada 2024.

Di bawah Transsion, ada Xiaomi dan Vivo yang secara berurutan menempati posisi kedua dan ketiga.

Pangsa pasar keduanya selisih tipis, Xiaomi menguasai 17,5% atau naik 19,1% dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, Vivo mencaplok 17% pangsa pasar RI, naik 6,6%.

Peringkat selanjutnya ada Samsung dan Oppo di urutan keempat dan kelima. Samsung menguasai 16,6% atau turun 6,2% YoY, dan Oppo mendapat 14,8% pangsa pasar atau naik 2,2% YoY.

Exit mobile version