BERITAINTERNASIONALOLAHRAGA

Maroko Dirayakan Sebagai Juara Kedua Piala Afrika 2025 dan Tuan Rumah Yang Sukses

275

Tintainformasi.com, Rabat – Yang Mulia Raja Mohammed VI, semoga Allah membantunya, menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada tim nasional sepak bola Maroko setelah pencapaian luar biasa mereka sebagai juara kedua di Piala Afrika 2025, yang diselenggarakan di Maroko. Pesan tersebut, yang disampaikan pada hari Senin, 19 Januari 2026, memuji para pemain, pelatih, staf teknis, tim medis, dan pejabat Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko atas kampanye kontinental mereka yang terhormat.

Dalam pesannya, Raja menekankan bahwa penampilan Maroko bukan hanya kemenangan olahraga tetapi juga cerminan ketahanan dan visi strategis bangsa. “Melalui kampanye yang luar biasa ini, Anda telah menunjukkan bahwa ketekunan, dedikasi, dan semangat tim adalah kunci untuk mencapai keunggulan. Anda juga telah menunjukkan kepada dunia apa yang dapat dicapai oleh pemuda Maroko dan Afrika ketika mereka percaya pada bakat dan kemampuan mereka,” kata Raja.

Raja lebih lanjut menyoroti bahwa tekad dan penampilan terhormat tim tersebut membuktikan kebenaran visi jangka panjangnya untuk berinvestasi dalam sumber daya manusia dan memodernisasi infrastruktur nasional. Upaya-upaya ini, katanya, telah mempersiapkan Maroko untuk berada di level kelas dunia, khususnya karena Kerajaan menantikan untuk menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA 2030.

Piala Afrika 2025 bukan hanya ajang pamer bakat sepak bola Maroko, tetapi juga demonstrasi kapasitas organisasinya sebagai negara tuan rumah. Keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini menuai pujian dari seluruh Afrika dan sekitarnya, memposisikan Maroko sebagai pusat keunggulan olahraga dan diplomasi budaya. Menjadi tuan rumah acara kontinental bergengsi seperti ini membutuhkan persiapan yang ekstensif, mulai dari kesiapan stadion hingga keramahan dan keamanan, yang semuanya dikelola dengan profesionalisme dan efisiensi.

Perjalanan tim nasional Maroko ke final telah memikat hati jutaan orang. Meskipun finis sebagai runner-up, kampanye mereka ditandai dengan ketahanan, kecemerlangan taktik, dan persatuan. Bagi banyak pengamat, pencapaian Maroko melambangkan kekuatan sepak bola Afrika yang semakin meningkat dan kemampuan benua tersebut untuk bersaing di level tertinggi.

Wilson Lalengke, Presiden Persisma (Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko), juga menyampaikan ucapan selamat yang hangat kepada Kerajaan Maroko. Sebagai pendukung lama persahabatan dan kerja sama internasional, Lalengke memuji baik pencapaian tim maupun keberhasilan Maroko sebagai tuan rumah Piala Afrika.

“Atas nama Persisma, saya mengucapkan selamat kepada Kerajaan Maroko atas pencapaian luar biasa ini. Menjadi juara kedua dalam turnamen yang sangat kompetitif ini merupakan bukti kekuatan dan semangat sepak bola Maroko. Yang sama pentingnya, Maroko telah menunjukkan kepada dunia kemampuannya untuk menyelenggarakan acara kontinental dengan keunggulan dan martabat. Piala Afrika 2025 sukses bukan hanya untuk Maroko tetapi juga untuk Afrika secara keseluruhan,” kata Lalengke.

Ia menambahkan bahwa peran Maroko sebagai tuan rumah mencerminkan komitmennya untuk memupuk persatuan dan kebanggaan di seluruh Afrika. “Pencapaian ini akan menginspirasi generasi mendatang dan memperkuat posisi Maroko sebagai pemimpin dalam diplomasi olahraga dan budaya. Kami berharap dapat melihat Maroko terus bersinar, terutama saat mempersiapkan diri untuk Piala Dunia 2030,” pungkas Lalengke.

Piala Afrika 2025 akan dikenang sebagai tonggak sejarah dalam sejarah olahraga Maroko. Meskipun tim nasional nyaris gagal meraih gelar juara, penampilan mereka meningkatkan reputasi negara dan menginspirasi jutaan penggemar. Keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini semakin menunjukkan kesiapan Maroko untuk memikul tanggung jawab global di arena olahraga.

Dengan visi Raja, dedikasi para pemain, dan dukungan dari mitra internasional, Maroko siap melanjutkan perjalanan keunggulannya. Pesan ucapan selamat dari kepemimpinan nasional dan teman-teman internasional seperti Persisma menggarisbawahi signifikansi yang lebih luas dari pencapaian ini: sepak bola sebagai jembatan persatuan, kebanggaan, dan pengakuan global. (PERSISMA/Ed)

Exit mobile version