BERITALampungTanggamus

Proyek Irigasi Way Gunung Kasih Tanggamus Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Warga Keluhkan Upah Belum Dibayar

208

Tintainformasi.com, Tanggamus – Proyek pembangunan irigasi di Way Gunung Kasih, Pekon Gunung Kasih, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, menuai sorotan masyarakat. Proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis serta dinilai dikerjakan secara asal-asalan. Selain itu, papan informasi proyek sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat juga tidak terlihat terpasang di lokasi kegiatan.

Berdasarkan pantauan dan hasil investigasi di lapangan, pemasangan batu pada bangunan irigasi terlihat hanya disusun tanpa menggunakan campuran semen sebagai pengikat pondasi aliran sungai. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait kekuatan dan ketahanan bangunan dalam jangka panjang.

Masyarakat Pekon Gunung Kasih menyayangkan kualitas pengerjaan proyek tersebut. Selain persoalan teknis, proyek ini juga diduga menyisakan permasalahan lain, termasuk terkait pembayaran upah pekerja.

Salah satu warga yang mengaku ikut bekerja dalam proyek tersebut mengungkapkan bahwa upah mereka belum dibayarkan selama beberapa minggu terakhir.

“Iya Pak, kami selaku pekerja di sini sudah beberapa minggu belum dibayar. Makanya kami tidak mau bekerja lagi,” ungkapnya.

Keluhan juga disampaikan oleh seorang warga berinisial Nh yang bertugas memasak untuk para pekerja proyek. Ia mengaku hingga saat ini belum menerima pembayaran dari pihak kontraktor, meskipun para pekerja setiap hari makan di rumahnya.

“Iya Pak, uang dari memasak untuk makan mereka saja belum dibayar. Bahkan saya sampai meminjam uang ke orang lain untuk membeli kebutuhan makan mereka sehari-hari,” ujar Nh.

Di sisi lain, seorang pekerja yang juga berperan dalam pengawasan proyek berinisial AN saat dikonfirmasi mengakui bahwa pembayaran untuk pekerjaan terakhir memang belum dilakukan. Namun, ia memastikan pembayaran tersebut akan direalisasikan.

“Iya Bang, untuk pekerjaan terakhir memang belum dibayar, tapi pasti kami bayar,” ucap AN.

Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait perusahaan pelaksana proyek serta besaran anggaran yang digunakan, belum ada jawaban dari pihak terkait.

Masyarakat Pekon Gunung Kasih berharap Aparat Penegak Hukum (APH) serta instansi terkait dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap proyek tersebut, agar ke depan masyarakat tidak dirugikan.(@@n)

Exit mobile version