Bandar LampungBERITA

Ormas GRIB dan Lembaga Media Kunjungi Kantor BKD Kota Bandar Lampung Pertanyakan Lanjutan Penindakan Pungli

57

Tintainformasi.com, Bandar Lampung —
“Yansori Zaini selaku orang tua korban Beserta rombongan mendatangi kantor BKD Di sambut Langsung Kepala dinas BKD kota bandar Lampung Zulkifli bersama stap di ruang kerja kedatangan Bapak Yansori Zaini beserta Keluarga mengutarakan ke lanjutan Atas persoalan Pungli Yang di Lakukan oleh salah satu oknum terhadap Beliau Untuk yang ke Tiga kalinya
Penjelasan Ansori agar segera menyelesaikan persoalan ini (pungli) tegas nya, dengan suara lantang Menggebu Gebu mengatakan kami siap mati dan menanggung Resiko dalam mempertahan harga diri dan hak hak kami, Ungkapnya Di depan kepala dinas BKD.

H.Arman Nama kesehariannya Beserta Herman Sekertaris Grib propinsi Lampung selaku Garda Terdepan Dalam Menyikapi Persoalan tersebut, Memberikan keterangan dengan tegas setelah mendengarkan hasil pembahasan di ruang kerja BKD menyimpulkan akan menunggu hasil nya Sampai hari senin. Agar kepala BKD segera Melakukan Tindakan Dalam Penyelesaian Bagi Oknum yang Terlibat dalam persoalan tersebut sampai selesai saya percaya pak Kadis BKD orang baik jadi kami akan menunggu jawaban tersebut Sampai hari Senin.”Ungkapnya”

“Kadis BKD Zulkifli
Saya akan berusaha dan memproritaskan Dalam menengahi masalah ini, karena Peristiwa yang di tuduh kan kepada Dinas BKD saya belum menjabat (kepala Dinas BKD ) ujar nya tolong doa kan saya bisa membantu penyelesaian nya dan ini segera akan laporkan kepada ibu wali kota Serta akan Mengkoordinasikan persoalan ini terhadap inspektorat, dia juga mengucapkan terimakasih dengan kedatangan bapak bapak di ruang saya, harapan kita persoalan ini segera selesai.”Tegasnya”

Kunjungan ini dilakukan setelah tim Investigasi menemukan adanya indikasi praktik pungli dalam perekrutan tenaga honorer di salah satu dinas bawah pemerintah kota yang berlangsung pada akhir tahun 2024 sampai 2025 berhasil ditindaklanjuti dengan penuntutan hukum terhadap pelaku dan kompensasi bagi korban, Sesuai Jumlah yang Di Alokasikan Dan sangat fantastis.

Sekertaris Daerah Propinsi Lampung Ormas GRIP, Herman, Bersama H.Arman menyampaikan bahwa tim telah mengumpulkan bukti Lengkap berupa Data maupun dokumentasi dari korban selaku tenaga honorer yang merasa dirugikan serta dokumen terkait proses seleksi yang menunjukkan adanya ketidaknormalan. “Kami ingin memastikan bahwa Pertemuan ke-3 ini juga ditindaklanjuti secara tuntas, tidak hanya untuk menjaring pelaku tetapi juga untuk mencegah praktik serupa terjadi di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas BKD menyampaikan untuk segera melakukan audit independen terhadap seluruh Yang terlibat dalam persoalan Agar persoalan ini Segera Di selesaikan Dan berharap kedepan Tidak ada lagi unsur Kinerja yang menyalahi aturan terutama di lingkungan pemerintah kota bandar Lampung.

Kepala Dinas BKD Kota Bandar Lampung, Bapak Zulkifli, menyambut baik kunjungan dan komitmen untuk bekerja sama dalam menindaklanjuti kasus tersebut. “Kami telah menyerahkan data lengkap terkait perekrutan yang menjadi objek penyelidikan kepada pihak pimpinan kami (inspektorat). Selain itu, kami juga akan segera menerapkan sistem verifikasi ganda dan monitoring real-time pada setiap tahapan perekrutan untuk menghindari praktik tidak benar,” jelasnya.

Pada akhir kunjungan ke 3 hari ini Di disepakati bahwa pihak BKD kota akan mengumpulkan bukti tambahan, serta menyusun pedoman panduan perekrutan yang transparan dan bebas dari pungli yang akan diterapkan secara menyeluruh di seluruh dinas di Kota Bandar Lampung, diharapkan dapat segera menghasilkan hasil yang jelas dalam waktu dekat Paling lambat sampai hari Senin.

Menyikapi prihal terjadinya penyalah gunaan wewenang kerja yang di lakukan oleh Pelaku pungli dalam Ruang lingkup Kinerja pemerintahan kota bandar lampung Agar Pihak Aph melalui pemberitaan ini Segera melakukan penindakan Secara prosedur hukum Dan melakukan pemrosesan sesuai prosedur Hukum yang berlaku serta berdasarkan bukti bukti yang ada maupun dokumentasi yang terkumpulkan.( Red)

Exit mobile version