ADVETORIALBERITAPEMERINTAHANPEMKOT BANDAR LAMPUNG

Pemkot Bandar Lampung Pastikan SMA Siger Jadi Jalur Pendidikan Alternatif bagi Anak Kurang Mampu

40
Pemkot Bandar Lampung Pastikan SMA Siger Jadi Jalur Pendidikan Alternatif bagi Anak Kurang Mampu

Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan bahwa SMA Siger 1 dan SMA Siger 2 akan tetap beroperasi sebagai jalur pendidikan alternatif bagi anak-anak kurang mampu, meski kedua sekolah saat ini belum sepenuhnya memenuhi standar nasional pendidikan.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, Pemkot tengah melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang dikoordinasikan bersama Pemerintah Provinsi Lampung agar sekolah bisa memenuhi standar operasional.

“Kami masih mengikuti proses administrasi, tetapi SMA Siger tetap berjalan sebagai solusi bagi anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri maupun swasta,” ujar Eva, Kamis (5/2/2026).

Menurut Eva, sekolah ini menjadi harapan bagi anak-anak putus sekolah yang tidak memiliki kemampuan ekonomi atau tidak mendapatkan beasiswa. Pemkot telah menyiapkan gedung sekolah dan menyesuaikan jam belajar sesuai ketentuan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.

“Kalau sekolah ini harus ditutup, apa solusi pemerintah provinsi untuk anak-anak ini? Di sini Pemkot hadir membantu agar mereka tetap bisa sekolah, belajar, dan setelah lulus bisa bekerja,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkot Bandar Lampung, Wilson Faisol, menyatakan pihaknya siap mengikuti arahan dari Pemprov Lampung terkait kelengkapan administrasi SMA Siger.

“Temuan dari Pemprov Lampung sedang kami proses. Sementara kegiatan belajar siswa tetap berjalan, dan kami mengkaji kemungkinan menempatkan siswa ke sekolah swasta sampai administrasi selesai,” jelas Wilson.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menyatakan SMA Siger 1 dan SMA Siger 2 belum memenuhi syarat dan standar nasional, sehingga izin operasional sementara ditolak.

Dengan langkah Pemkot ini, anak-anak kurang mampu di Kota Bandar Lampung tetap memiliki akses pendidikan tanpa terputus, sambil menunggu penyelesaian administrasi dan pemenuhan standar nasional.***

Exit mobile version