BERITALampungPesawaran

Diduga Imbas Aktivitas Kandang Ayam Broiler, Warga Desa Gebang Keluhkan Kerumunan Lalat

45

Pesawaran Lampung
TintaInformasi.Com —

“Warga Dusun Gebang Induk, Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, mengeluhkan banyaknya lalat yang diduga berasal dari aktivitas Kandang Ayam Broiler Atau Ayam Ras Pedaging di sekitar kawasan permukiman.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan serta kebersihan lingkungan warga.

Sejumlah warga mengatakan, kemunculan lalat dalam jumlah besar mulai dirasakan dalam beberapa waktu terakhir. Lalat tidak hanya berada di luar rumah, tetapi juga masuk hingga ke dalam rumah warga.

Orang yang dapat untung dari ayam, kami semua yang menderita akibat banyaknya lalat, imbas dari adanya kandang ayam, Kami harap instansi terkait agar dapat menanggapi keluhan kami,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

“Hal ini sudah lama terjadi di wilayah kami,” ungkapnya.

Keluhan tersebut semakin terasa ketika warga menggelar kegiatan keluarga seperti hajatan atau acara makan bersama. Kehadiran lalat dinilai mengganggu tamu undangan serta menimbulkan kekhawatiran terhadap kebersihan makanan.

Warga menduga banyaknya lalat berkaitan dengan aktivitas kandang ayam broiler atau ayam ras pedaging yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman. Limbah dari kegiatan tersebut diduga menjadi salah satu penyebab berkembangnya lalat di lingkungan sekitar.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta memastikan aktivitas tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan dan perizinan yang berlaku.

“Harapan kami pemerintah bisa meninjau langsung. Kalau memang belum memiliki izin, sebaiknya ditertibkan atau ditutup. Kalau sudah berizin, kami berharap ada penanganan limbah yang baik supaya lalat tidak sampai ke permukiman,” kata warga lainnya.

Selain mengganggu kenyamanan, warga juga khawatir keberadaan lalat dalam jumlah besar dapat berdampak pada kesehatan lingkungan.

Sementara itu, awak media telah mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas ternak ayam broiler atau ayam ras pedaging tersebut guna melakukan konfirmasi kepada pemilik maupun para pekerja. Namun saat didatangi, tidak ada satu pun pihak yang berada di lokasi sehingga belum diperoleh keterangan resmi terkait aktivitas tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa maupun instansi terkait juga belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan aktivitas kandang ayam tersebut.

Warga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat demi menjaga kenyamanan dan kesehatan lingkungan.

Awak media tetap membuka ruang hak jawab dari pihak manapun dan untuk menjaga keberimbangan dalam pemberitaan, awak media juga akan meninjau kembali lokasi kandang ayam tersebut guna mempertanyakan prosedur kerja yang selama ini dilakukan pihak pemilik kadang tersebut.
(Red).

Exit mobile version