BERITALampungPringsewu

Wabup Pringsewu Sidak Gedung Walet Viral Bau Bangkai, Puluhan Karung Kelelawar Ditemukan

41

Tintainformasi.com, Pringsewu, 22 April 2026 – Wakil Bupati Pringsewu, Hj. Umi Laila, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah gedung sarang burung walet di belakang Pendopo, Lingkungan 1, Kelurahan Pringsewu Selatan, Rabu (22/4/2026). Sidak dilakukan menyusul laporan warga terkait bau menyengat yang diduga berasal dari bangkai hewan.

Dalam sidak tersebut, Wabup didampingi Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu dr. Ali Subagio, S.ST., Ners, Kepala DPMPTSP Ir. A. Handri Yusuf, S.T., M.T., Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Camat Pringsewu Cristianto Sani, Lurah Pringsewu Selatan, aparat lingkungan, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.

Hj. Umi Laila mengungkapkan bahwa bau menyengat tercium hingga radius sekitar 500 meter dari lokasi. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan puluhan ribu bangkai kelelawar di dalam gedung tersebut.

“Hari ini kita mendapat laporan adanya bau bangkai yang sangat mengganggu. Setelah dicek, ternyata terdapat puluhan ribu bangkai kelelawar. Pengusaha baru beberapa hari ini melakukan penanganan,” ujarnya kepada awak media.

Ia menegaskan kepada para pengusaha walet di Kabupaten Pringsewu agar bertanggung jawab terhadap kondisi bangunan yang tidak lagi produktif.

“Saya minta seluruh pengusaha walet, jika bangunannya sudah tidak produktif, segera ditinjau kembali izinnya. Jangan sampai menimbulkan dampak bagi masyarakat. Kalau ada masalah seperti ini, harus cepat ditangani, jangan menunggu warga sampai protes,” tegasnya.

Wabup juga meminta agar bangkai kelelawar segera dibersihkan dan dikubur pada hari yang sama karena bau yang semakin menyengat.

“Kita targetkan hari ini harus selesai dibersihkan. Karena semakin lama, baunya semakin membusuk dan mengganggu lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pringsewu, dr. Ulin Noha, melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait telah melakukan penanganan di lokasi.

“Sudah dilakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan oleh Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan aparat lingkungan setempat, proses evakuasi bangkai kelelawar telah dilakukan sejak sehari sebelumnya. Sedikitnya 30 karung bangkai telah dikeluarkan, masing-masing 15 karung pada hari sebelumnya dan 15 karung pada hari ini.

Namun, diperkirakan masih terdapat sekitar 50 karung bangkai kelelawar yang belum dievakuasi dari dalam gedung walet setinggi kurang lebih 20 meter dengan empat lantai tersebut.

Pemerintah Kabupaten Pringsewu juga berencana melakukan pendataan dan evaluasi terhadap seluruh gedung sarang burung walet di wilayahnya guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(Team)

Exit mobile version