BERITAHUKUM & KRIMINALLampung Utara

Bantuan Paket Sembako Aprozi Alam Diduga Digelapkan Oknum Pejabat BPBD Lampung Utara

40

TintaInformasi.com, Lampung Utara— Ratusan paket sembako bantuan anggota DPR-RI, Aprozi Alam yang diperuntukkan bagi korban banjir di Lampung Utara diduga dipindahkan dan diselewengkan oleh sejumlah oknum pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat.

Informasi yang diterima, tiap paket bantuan sembako berisi beras 5 kg (merek cap Jempol), mi instan, dan minyak goreng (merek Rose brand).

Sumber terpercaya media ini mengungkapkan paket-paket bantuan awalnya disimpan di ruang kerja Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lampung Utara. Namun, saat ini barang itu diduga sudah tidak ada di ruangan.

Usut punya usut, ratusan paket sembako tersebut diduga diangkut sejumlah pegawai menggunakan mobil pada malam hari dan diantarkan ke toko sembako milik salah satu pejabat teras di lingkungan BPBD Lampung Utara.

“Malam-malam barangnya diangkut pakai mobil. Informasinya diantar ke toko sembako punya H, mungkin mau dijual lagi,” ucapnya berseloroh.

Sumber juga mengatakan ratusan paket sembako yang diterima dari wakil rakyat di Senayan itu memang sebagian sudah terdistribusi ke korban banjir dan didokumentasikan secara seremonial. Namun sisanya masih menumpuk di kantor, meski data korban banjir dan bencana lainnya sudah didata.

“Terakhir kali sembako itu disalurkan bagi korban bencana kebakaran di kelurahan Tanjung Harapan Kotabumi Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa korban banjir di Kelurahan Kota Alam dan Tanjung Harapan mengaku hanya diberi bantuan roti kemasan dan beberapa bahan sembako tanpa beras dari Dinas Sosial Lampung Utara.

“Enggak pernah ada yang sampai kalau bantuan yang katanya dari Pak Aprozi Alam. Tapi kalau di data oleh BPBD pas kejadian banjir memang benar sudah masuk data kami,” kata Indri, warga Kota Alam.

“Sudah malas dengarnya bang, di data-data terus tapi bantuan gak pernah nyampe,” ujar warga lainnya.

Kepala BPBD Lampung Utara, Erwin Syahputra melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara, M. Toha saat dikonfirmasi membantah tudingan dimaksud.

Dirinya menjelaskan bantuan sosial yang diusung Aprozi Alam dari pusat berjumlah 400 paket berupa makanan siap saji 200 paket, dan sisanya 200 paket berbentuk sembako yang bernilai lebih dari seratus ribu, dan bahkan telah tersalurkan sebanyak 350 paket bantuan.

“Salah itu, siapa narasumbernya? Enggak benar informasi itu. Sembako itu sisa 50 paket lagi,” tegasnya.

“Kalau ada warga yang merasa belum pernah diberi bantuan waktu musibah banjir silahkan pamongnya atau lurah melaporkan ke kami, nanti kami serahkan bantuan sembakonya,” timpal Toha lagi.(Tim)

Exit mobile version