BERITALampung Selatan

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Polres Lamsel Resmikan Desa Trimomukti desa BENAR (Bebas Narkoba )

33

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN – Komitmen membangun lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika terus diperkuat. Polres Lampung Selatan meresmikan Desa BENAR (Bebas Narkoba) di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, Senin (15/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Peresmian tersebut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Waka Polres Lampung Selatan KOMPOL Made Silpa Yudiawan, S.H., S.I.K., M.H., unsur Forkopimda, perwakilan BNNK Lampung Selatan, Camat Candipuro, kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, Karang Taruna, serta para pemuda setempat.

Program Desa BENAR menjadi salah satu langkah konkrit dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalah gunaan serta peredaran gelap narkotika dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat desa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Ikrar Desa Bebas Narkoba yang dipimpin Kepala Desa Trimomukti sebagai bentuk komitmen bersama untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Komitmen itu kemudian diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara pemerintah desa, aparat penegak hukum, dan unsur masyarakat sebagai landasan kolaborasi dalam menjaga desa dari ancaman narkoba.

Puncak acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Lampung Selatan bersama Waka Polres Lampung Selatan dan Kepala Desa Trimomukti sebagai simbol resmi lahirnya Desa BENAR di Kecamatan Candipuro.

Dalam sambutannya, M. Syaiful menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman nyata yang tidak hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan ketahanan keluarga, lingkungan sosial, hingga masa depan generasi muda.
“Pencegahan narkoba tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, BNN, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, hingga keluarga sebagai benteng utama perlindungan generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, Desa Trimomukti layak menjadi contoh karena selama ini dikenal sebagai salah satu desa yang belum pernah ditemukan kasus narkoba.
“Keberhasilan ini harus dipertahankan. Desa Trimomukti dapat menjadi pelopor sekaligus inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun ketahanan sosial masyarakat terhadap ancaman narkoba,” katanya.

Sementara itu, KOMPOL Made Silpa menekankan bahwa ancaman peredaran gelap narkotika masih menjadi perhatian serius, terutama bagi Kabupaten Lampung Selatan yang memiliki posisi strategis sebagai gerbang Pulau Sumatera dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Karena itu, kata dia, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mendeteksi dan mencegah masuknya narkotika ke lingkungan desa.
“Perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Dibutuhkan kepedulian dan keberanian masyarakat untuk menjaga lingkungannya, mengawasi generasi muda, serta melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika,” ujar Silpa.

Ia berharap Desa BENAR Trimomukti menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan narkoba yang dapat direplikasi di wilayah lain di Lampung Selatan.(Rs)

Exit mobile version