BERITALampung Selatan

Terjadi Tabrakan Beruntun Akibat Rem Blong Dua Meninggal Dunia, Tiga Luka parah di Jalinsum Desa Sukabaru Kec.Penengahan Lamsel

109
×

Terjadi Tabrakan Beruntun Akibat Rem Blong Dua Meninggal Dunia, Tiga Luka parah di Jalinsum Desa Sukabaru Kec.Penengahan Lamsel

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN —
Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Dusun Buring, Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 11.40 WIB. Tiga unit truk Fuso terlibat dalam tabrakan beruntun yang diduga dipicu oleh rem blong pada salah satu kendaraan.
Akibat peristiwa tersebut, dua orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban telah dievakuasi ke Puskesmas Penengahan dan RSUD Dr. H. Bob Bazar Kalianda untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat Truk Fuso Box bernomor polisi B 9668 JXR yang mengangkut paket melaju dari arah Bakauheni menuju Bandar Lampung. Saat melintasi turunan di Dusun Buring, kendaraan diduga mengalami rem blong sehingga pengemudi kehilangan kendali.
Truk kemudian menghantam bagian belakang Truk Fuso Box bernomor polisi BE 8082 AUE yang juga bermuatan paket dan melaju searah. Benturan keras membuat kendaraan tersebut terdorong hingga masuk ke dalam parit di sisi jalan.

Baca juga:  Pemkab Pringsewu dan Kemensos RI Salurkan Bantuan ATENSI 2026, Jangkau 1.000 Penerima Manfaat

Namun, laju kendaraan yang diduga mengalami rem blong itu tidak berhenti. Truk kemudian masuk ke jalur berlawanan dan menabrak Truk Fuso bernomor polisi BE 8065 AUB yang mengangkut gula dari arah Bandar Lampung menuju Bakauheni. Benturan keras menyebabkan truk pengangkut gula tersebut terguling di pinggir jalan.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Dalam kejadian itu, sopir Truk Fuso Box B 9668 JXR yang identitasnya belum diketahui karena tidak ditemukan dokumen identitas saat evakuasi, meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara kernet kendaraan tersebut, Muhamad Soleh (51), warga Kampung Muntur, Desa Panyirapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, juga dinyatakan meninggal dunia.
Selain korban jiwa, tiga orang lainnya mengalami luka-luka. Sopir Truk Fuso BE 8065 AUB, Edi Priatno (57), warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami luka di bagian kepala dan patah kaki sehingga harus dirujuk ke RSUD Dr. H. Bob Bazar Kalianda.

Sementara itu, sopir Truk Fuso Box BE 8082 AUE, Faizal Akbar (31), warga Kabupaten Tulang Bawang, mengalami luka di bagian kepala dan bahu. Kernetnya, Riko Prasetiawan (22), mengalami luka di bagian kepala serta cedera pada kaki. Keduanya menjalani perawatan di Puskesmas Penengahan.
Petugas Puskesmas Penengahan, Winda, saat dikonfirmasi membenarkan adanya tiga korban luka yang mendapatkan penanganan medis akibat kecelakaan tersebut.
Saksi mata di lokasi, Alan (35), warga Dusun Buring, mengaku mendengar suara benturan keras yang mengagetkan warga sekitar. Tak lama kemudian, warga berdatangan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi para korban.

Baca juga:  Jaksa Pengacara Negara Hadir untuk Anak Bangsa: Kejari Pesawaran Berhasil Ajukan Penetapan Perwalian bagi Anak-Anak di LKSA Sholawatul Falah

Mendapat laporan kejadian, personel Satlantas Polres Lampung Selatan bersama anggota Polsek Penengahan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas dibantu warga setempat mengatur arus lalu lintas guna mencegah kemacetan yang sempat terjadi akibat kecelakaan tersebut.

Sementara itu, petugas derek dari Jasa Marga juga diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi kendaraan yang mengalami kerusakan parah dan sempat menghalangi badan jalan. Proses evakuasi berlangsung beberapa jam hingga arus lalu lintas kembali berjalan normal.
Hingga pukul 15.50 WIB, dua korban luka ringan masih menjalani perawatan di Puskesmas Penengahan, satu korban dirujuk ke RSUD Dr. H. Bob Bazar Kalianda, sedangkan dua korban meninggal dunia telah dibawa ke rumah sakit yang sama.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan kendaraan yang terlibat kecelakaan sedang dalam pemeriksaan petugas.

Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi para pengemudi kendaraan angkutan barang agar selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, terutama sistem pengereman saat melintasi jalur menurun yang rawan kecelakaan seperti di kawasan Dus

Baca juga:  Ditengah Konflik Oknum Wartawan Catut Puluhan Media Terima Uang Jutaan, Diduga Ada Karyawan Cari Selamat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhideâ„¢