BERITAPENDIDIKANPesawaranPesisir Barat

Thomas Amirico Kunjungi SMAN 1 Tegineneng, Angkat Capaian Tinggi Lolos PTN 2026

38
×

Thomas Amirico Kunjungi SMAN 1 Tegineneng, Angkat Capaian Tinggi Lolos PTN 2026

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Pesawaran —

Di saat sebagian besar pejabat menikmati hari libur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico justru memilih menempuh perjalanan menuju Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Selasa (16/6/2026).

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Pilihan itu bukan tanpa alasan. Di tengah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, Thomas sengaja datang ke SMAN 1 Tegineneng, sebuah sekolah yang berada jauh dari pusat kota namun berhasil menorehkan capaian yang membuat dunia pendidikan Lampung menoleh.

Sebanyak 99,42 persen lulusan sekolah tersebut berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.

Angka yang tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi sekaligus mematahkan anggapan bahwa prestasi besar hanya lahir dari sekolah-sekolah unggulan di perkotaan.

Didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Rodi Hayani Samsun, Thomas disambut Kepala SMAN 1 Tegineneng Meri Juwita beserta jajaran guru dan tenaga kependidikan.

Dalam kunjungannya, Thomas mengaku sengaja memanfaatkan hari libur untuk melihat langsung sekolah yang dinilainya berhasil membuktikan bahwa kualitas pendidikan dapat tumbuh di mana saja.

Baca juga:  Apresiasi Pecinta Al-Qur’an, Bupati Egi Beri Hadiah Umrah Untuk Dua Jemaah di Shobat Tanjung Sari

“Prestasi ini tidak lahir dalam semalam. Ada kerja keras, disiplin, komitmen, dan pengorbanan yang dilakukan kepala sekolah, guru, siswa hingga orang tua. Karena itu kami datang untuk memberikan penghormatan atas capaian luar biasa ini,” kata Thomas.

Menurutnya, keberhasilan SMAN 1 Tegineneng menjadi bukti bahwa sekolah di daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing apabila dikelola dengan baik dan didukung budaya belajar yang kuat.

“SMAN 1 Tegineneng membuktikan bahwa sekolah di kabupaten bahkan daerah yang jauh dari pusat pemerintahan pun mampu bersaing. Ini pesan penting bahwa kualitas pendidikan Lampung tidak hanya tumbuh di kota, tetapi juga berkembang di daerah-daerah,” ujarnya.

Kunjungan tersebut juga membawa pesan yang lebih luas. Kehadiran Thomas di sekolah yang berada di wilayah kabupaten menunjukkan bahwa perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung tidak hanya tertuju pada sekolah-sekolah besar di perkotaan.

Bagi Thomas, kemajuan pendidikan Lampung tidak dapat dibangun dengan pendekatan yang hanya berfokus pada pusat kota. Potensi dan prestasi juga tumbuh di sekolah-sekolah yang berada di daerah, bahkan di wilayah yang selama ini relatif jauh dari sorotan publik.

Baca juga:  Pemerintah Umumkan Aturan Baru Bansos 2025, Penerima Sebelumnya Berpotensi Berubah, Simak Kebijakannya!

“Kami ingin memastikan tidak ada perbedaan perhatian antara sekolah di kota maupun di daerah. Semua sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan menunjukkan prestasi. SMAN 1 Tegineneng menjadi bukti bahwa sekolah di kabupaten bahkan pelosok Lampung mampu bersaing dan menghasilkan lulusan berkualitas,” tegasnya.

Menurut Thomas, prestasi tidak mengenal batas geografis. Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan dukungan dan apresiasi yang sama kepada seluruh sekolah tanpa memandang lokasi.

Di sela kunjungan tersebut, Thomas juga meninjau pelaksanaan SPMB 2026 jalur reguler. Ia meminta seluruh satuan pendidikan menjaga integritas serta memastikan proses penerimaan murid baru berlangsung transparan, objektif, dan sesuai ketentuan.

“SPMB harus berjalan bersih dan transparan. Semua calon murid harus mendapatkan kesempatan yang sama. Jangan sampai ada ruang yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan,” tegasnya.

Thomas berharap keberhasilan SMAN 1 Tegineneng menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Lampung untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas akses lulusan menuju perguruan tinggi negeri.

Kunjungan di hari libur itu pada akhirnya tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas sebuah prestasi. Lebih dari itu, menjadi penegasan bahwa pembangunan pendidikan Lampung tidak boleh hanya berputar di pusat kota.

Baca juga:  Dampak Penutupan Pangkalan Pasir terhadap Masyarakat Lampung Tengah

Dari Tegineneng, muncul pesan kuat bahwa sekolah-sekolah di daerah dan pelosok pun mampu berdiri sejajar, bersaing, dan melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.n

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhideâ„¢