BERITALampungPesawaran

Hujan Di sertai Petir Ekstrem Sambar 2 Warga Bagelen Pesawaran, 1 Tewas 1 Kritis

161
×

Hujan Di sertai Petir Ekstrem Sambar 2 Warga Bagelen Pesawaran, 1 Tewas 1 Kritis

Sebarkan artikel ini

Pesawaran Lampung
TintaInformasi.Com —

“Hujan disertai petir ekstrem yang melanda Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Senin 13 April 2026 pukul 17.30 WIB, menelan korban jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesawaran melaporkan dua warga tersambar petir saat kejadian. Satu orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara satu korban lainnya dalam kondisi kritis dan kini mendapat perawatan intensif.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Identitas korban tewas diketahui bernama Wiwik Widayati (52) sebagai istri, sedangkan korban kritis bernama Pratikno (55) sebagai suami. Keduanya berasal dari Dusun V atau biasa disebut Suwun Jengkolan Desa Bagelen.

Menyikapi kejadian ini, BPBD Pesawaran langsung mengeluarkan imbauan keselamatan kepada masyarakat. Warga diminta tidak beraktivitas atau berteduh di sawah maupun lapangan terbuka saat terjadi hujan disertai petir.

Selain itu, masyarakat juga diimbau menghindari pohon besar, tiang listrik, menara, dan pagar besi, serta tidak membawa atau memegang benda logam saat petir berlangsung.

“Langkah paling aman adalah segera masuk ke bangunan permanen. Jika terjebak di luar ruangan, cari tempat rendah lalu jongkok dengan kaki rapat,” tulis BPBD dalam imbauannya.

Baca juga:  Bupati Lamtim M Dawam Rahardjo Bagikan Petikan SK CPNS formasi 2021

“BPBD menegaskan, petir dapat menyambar tanpa peringatan meski hujan belum turun. Masyarakat diminta waspada jika mendengar guntur karena menandakan petir berada dalam radius 10-15 kilometer.

Hingga berita ini ditulis, cuaca di wilayah Gedong Tataan masih dilaporkan mendung dan berpotensi hujan.

“Semoga almarhumah diberikan tempat yang layak disisi Tuhan yang Maha Esa, Allah SWT, sang suami diberikan kesembuhan dan kesehatan, dan keluarga yang tertimpah musibah diberikan kesabaran dan keikhlasan. Dan tragedi ini tidak terulang kembali lagi. (Red)

Memuat judul...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *