BERITALampung Tengah

Diduga Ada “Uang Masuk” Relawan! SPPG Gedung Sari Lampung Tengah Memanas

37
×

Diduga Ada “Uang Masuk” Relawan! SPPG Gedung Sari Lampung Tengah Memanas

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Lampung Tengah —Warga Gedung Sari dibuat geger! Program SPPG yang seharusnya menjadi wadah pengabdian relawan kini diterpa isu tak sedap. Sejumlah calon relawan mengaku diminta menyetor uang sebesar Rp150 ribu agar bisa diterima bergabung.


Isu dugaan pungli ini langsung menyebar dan memicu kemarahan warga. Pasalnya, program yang disebut menggunakan anggaran pemerintah justru diduga membebani masyarakat dengan pungutan misterius.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT


“Katanya relawan, tapi kok harus bayar? Kami tidak pernah dijelaskan uang itu sebenarnya untuk apa,” ungkap salah seorang calon relawan dengan nada kecewa, Kamis (21/5/2026).


Nama Pras yang disebut sebagai admin SPPG Gedung Sari ikut menjadi sorotan. Ia mengakui adanya penarikan uang dari calon relawan. Alasannya, dana digunakan untuk biaya perjalanan ke Gunung Sugih, kesehatan, makan, hingga kebutuhan lain.
Namun pernyataan berbeda justru muncul dari Hendrik, pihak yang disebut menerima setoran uang. Awalnya ia menyebut uang tersebut sebagai “persyaratan”. Tak lama kemudian, keterangannya berubah dan menyebut dana itu dipakai untuk kepentingan salah satu pemilik yayasan bernama Bandarsyah.

Baca juga:  Jamda II RX-King Lampung Resmi Dibuka, Wabup Syaiful: Keselamatan Harus di Atas Kecepatan


Perubahan keterangan inilah yang membuat masyarakat semakin curiga. Warga menilai alasan penggunaan dana tidak transparan dan terkesan saling lempar penjelasan.
Jika dugaan ini terbukti benar, praktik meminta uang kepada calon relawan bisa mengarah pada dugaan pungli berkedok perekrutan. Padahal relawan semestinya direkrut tanpa pungutan, apalagi bila program menggunakan dana negara.


Kini masyarakat mendesak pengelola program, yayasan terkait, hingga aparat penegak hukum untuk turun tangan dan mengusut dugaan tersebut secara terbuka.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yayasan maupun Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.(Edi s)

Memuat judul...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *