TINTAINFORMASI.COM, PRINGSEWU – Pemerintah Kabupaten Pringsewu memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 dengan meluncurkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah dan Bank Sampah Induk Pringsewu Resik di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Jumat (5/6/2026).
Peringatan yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui aksi nyata pengurangan sampah dari sumbernya.
Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas mengatakan, Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan pentingnya menjaga bumi, udara, air, dan lingkungan tempat masyarakat hidup sehari-hari.
Menurutnya, tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini membutuhkan langkah konkret dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
“Pengelolaan lingkungan hidup yang baik sesungguhnya dimulai dari keputusan paling sederhana, yaitu memilah sampah sejak dari dapur kita masing-masing. Dari rumah ke rumah, dari gang ke gang, dari desa ke desa, itulah titik awal perubahan yang sesungguhnya,” ujar Bupati.
Bupati mengungkapkan, Kabupaten Pringsewu saat ini menghasilkan timbunan sampah sekitar 163 ton per hari, sementara kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bumi Ayu hanya mampu menampung sekitar 42 ton per hari. Kondisi tersebut menjadi alasan kuat perlunya pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk komitmen daerah, Pemerintah Kabupaten Pringsewu secara resmi meluncurkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah dan Bank Sampah Induk Pringsewu Resik. Kedua program tersebut diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui pengelolaan yang lebih baik.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengapresiasi terbentuknya 45 Bank Sampah Unit (BSU) baru dalam dua bulan terakhir. Capaian tersebut dinilai sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Ia turut menyampaikan penghargaan kepada Ketua TP PKK Kabupaten Pringsewu yang telah berperan aktif menggerakkan program pengelolaan sampah hingga ke tingkat masyarakat, serta kepada organisasi perangkat daerah terkait yang mendukung pelaksanaannya.
Selain itu, apresiasi diberikan kepada PT Indofood, Klinik Kosasih Medika Lampung, Komunitas Ayo Menanam, para petugas kebersihan, kader lingkungan, komunitas hijau, dan seluruh masyarakat yang selama ini berkontribusi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Pringsewu.
Bupati mengingatkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan penyumbatan saluran air, memicu banjir, hingga menimbulkan ancaman mikroplastik yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pringsewu mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kebiasaan memilah sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Mari kita satukan langkah dan tekad untuk mewujudkan Kabupaten Pringsewu yang resik, hijau, sehat, dan berkelanjutan demi generasi Pringsewu yang lebih baik di masa yang akan datang,” pungkasnya.(@@n)

