Banner Top Up Produk Digital
BantenBeritaBudaya

TTKKBI Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Terus Lestarikan Seni Debus sebagai Warisan Budaya Nusantara

130
×

TTKKBI Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Terus Lestarikan Seni Debus sebagai Warisan Budaya Nusantara

Sebarkan artikel ini
TTKKBI Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Terus Lestarikan Seni Debus sebagai Warisan Budaya Nusantara

TINTA INFORMASI, BANTEN – Organisasi TTKKBI Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian budaya leluhur melalui pertunjukan seni debus yang sarat nilai tradisi dan spiritualitas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya nyata organisasi dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan salah satu warisan budaya asli Nusantara agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman, 20 Juli 2026.

Bagi TTKKBI, seni debus bukan sekadar pertunjukan yang menampilkan ketangkasan fisik. Di balik setiap atraksi tersimpan nilai-nilai luhur, filosofi kehidupan, serta ajaran para leluhur Banten yang diwariskan secara turun-temurun kepada generasi penerus.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Pada penampilan kali ini, atraksi debus diperagakan oleh sejumlah penggiat budaya, yakni H. Arohman R.SE, Anita, Edwar, dan Deri. Dengan latihan yang disiplin dan dedikasi tinggi, mereka menampilkan berbagai kemampuan yang mencerminkan perpaduan antara kekuatan mental, spiritual, dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas seni debus.

Keistimewaan pertunjukan semakin terasa dengan hadirnya salah satu Master Debus ternama asal Banten yang juga merupakan bagian dari jajaran TTKKBI. Kehadirannya memberikan pendampingan sekaligus pembinaan langsung kepada para peserta sebagai bentuk regenerasi dan pewarisan ilmu agar nilai-nilai autentik seni debus tetap terjaga dan tidak kehilangan jati dirinya.

Baca juga:  Diduga Akan Balap Liar, 6 Unit Kendaraan Bermotor R2 Di Amankan Polisi

Ketua Umum TTKKBI, H. TB Arif Hidayat, menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan organisasi yang terus menunjukkan pertumbuhan di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, perluasan jaringan organisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat persaudaraan dan mempererat silaturahmi antardaerah.

“Kami sangat mendukung berkembangnya organisasi TTKKBI secara nasional. Semakin luas organisasi ini hadir di berbagai wilayah, maka semakin kuat pula ikatan persaudaraan dan silaturahmi antarprovinsi maupun antarkabupaten. Semua itu menjadi pondasi penting dalam menjaga persatuan di bawah naungan budaya leluhur,” ujarnya.

Perkembangan seni debus sendiri dinilai semakin menggembirakan. Tidak hanya tetap lestari di tanah kelahirannya, kesenian khas Banten tersebut kini semakin dikenal hingga ke berbagai negara. Pengenalan budaya di tingkat internasional menjadi bukti bahwa warisan budaya Indonesia mampu diterima masyarakat dunia tanpa meninggalkan nilai, filosofi, maupun identitas aslinya.

Melalui berbagai kegiatan pelestarian budaya yang terus dilakukan, seluruh pengurus dan anggota TTKKBI Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal, mencintai, dan ikut menjaga keberlangsungan seni debus sebagai salah satu identitas budaya bangsa yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal yang sangat berharga. (red)

Baca juga:  Jaksa Pengacara Negara Hadir untuk Anak Bangsa: Kejari Pesawaran Berhasil Ajukan Penetapan Perwalian bagi Anak-Anak di LKSA Sholawatul Falah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™