TINTAINFORMASI, LAMPUNG – Penanganan balita stunting di Kampung Kalirejo dinilai memerlukan keterlibatan yang lebih aktif dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah. Berbagai kalangan berharap upaya percepatan penanganan tidak hanya bertumpu pada pemerintah kampung dan tenaga kesehatan di puskesmas, tetapi juga mendapat dukungan langsung dari pemerintah kabupaten.
Stunting merupakan salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Langkah tersebut meliputi pendataan balita, pemeriksaan kesehatan rutin, pemberian intervensi gizi, edukasi kepada orang tua, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
Karena itu, koordinasi yang kuat antarinstansi serta kehadiran langsung pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan setiap program penanganan berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Masyarakat berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah tidak hanya mengacu pada laporan administratif, tetapi juga melakukan kunjungan lapangan guna melihat secara langsung kondisi balita yang mengalami stunting di Kampung Kalirejo. Peninjauan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai.
Selama ini, pemerintah kampung bersama tenaga kesehatan di puskesmas telah melaksanakan berbagai program pencegahan dan penanganan stunting. Namun, keterbatasan sumber daya, anggaran, dan kewenangan menjadi tantangan tersendiri sehingga dukungan dari pemerintah kabupaten dinilai sangat diperlukan untuk mengoptimalkan hasil yang dicapai.
Penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi seluruh pihak. Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah diharapkan dapat memperkuat perannya melalui peningkatan layanan kesehatan, pendampingan teknis kepada tenaga kesehatan di lapangan, penyediaan intervensi gizi yang memadai, serta evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program.
Masyarakat berharap persoalan stunting di Kampung Kalirejo menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kehadiran langsung para pemangku kebijakan diyakini dapat mempercepat upaya penanganan sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjamin hak setiap anak untuk tumbuh sehat, memperoleh gizi yang cukup, dan berkembang secara optimal. (azh)

