TINTAINFORMASI, LAMPUNG – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat telah melayani sebanyak 2.052.184 penumpang dan 502.490 unit kendaraan selama periode libur sekolah, yakni 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Tingginya mobilitas masyarakat pada masa liburan tersebut berhasil diantisipasi sehingga layanan penyeberangan di empat pelabuhan utama tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan kelancaran layanan selama libur sekolah merupakan hasil dari kesiapan operasional yang telah dipersiapkan sejak awal, serta didukung kolaborasi dengan regulator, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Peningkatan mobilitas masyarakat selama libur sekolah dapat kami layani dengan baik melalui berbagai langkah antisipatif dan penguatan operasional. Fokus kami tidak hanya pada peningkatan kapasitas layanan, tetapi juga memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi pengguna jasa,” ujar Heru, Selasa (7/7/2026).
Pada lintasan Merak–Bakauheni pulang-pergi, ASDP melayani sebanyak 1.236.168 penumpang, meningkat 4,21 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara jumlah kendaraan yang diseberangkan mencapai 289.794 unit, atau naik 3,66 persen.
Adapun pada lintasan Ketapang–Gilimanuk pulang-pergi, jumlah penumpang yang dilayani mencapai 816.016 orang, meningkat 0,95 persen, dengan total 212.696 kendaraan yang menyeberang atau tumbuh 3,87 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan trafik, ASDP mengoptimalkan armada dan kapasitas pelabuhan, memperkuat personel operasional di lapangan, serta menerapkan sistem delaying pada sejumlah buffer zone. Saat terjadi kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, ASDP juga menerapkan pola operasi Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) dan mengoperasikan kapal perbantuan di Dermaga Bulusan (LCM) guna mempercepat proses bongkar muat serta mengurai antrean kendaraan.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan perusahaan turut mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat melalui program stimulus berupa diskon tarif jasa pelabuhan sebesar 100 persen. Program tersebut memberikan penghematan rata-rata sekitar 21,9 persen dari total tarif penyeberangan dan diterapkan di 14 pelabuhan yang melayani tujuh lintasan strategis nasional.
Selama periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026, sebanyak 1.125.088 pengguna jasa telah memanfaatkan program tersebut atau mencapai 93,25 persen dari target 1.206.585 penerima manfaat.
“Capaian ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan program stimulus sekaligus menunjukkan bahwa kebijakan tersebut efektif membantu masyarakat mengakses layanan penyeberangan dengan tarif yang lebih terjangkau,” kata Windy.
Program stimulus tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga keterjangkauan biaya transportasi selama masa libur sekolah. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhana, menyatakan kebijakan tersebut juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi nasional melalui peningkatan mobilitas masyarakat.
Kelancaran layanan penyeberangan juga didukung oleh pemanfaatan platform digital Ferizy sebagai sistem pembelian tiket secara daring. Melalui pengaturan jadwal keberangkatan berbasis digital, distribusi pengguna jasa menuju pelabuhan menjadi lebih tertata sehingga potensi antrean dapat ditekan dan pelayanan berlangsung lebih efektif.
Ke depan, ASDP menegaskan akan terus memperkuat transformasi digital, meningkatkan standar keselamatan, serta menambah kapasitas operasional di berbagai lintasan strategis guna menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin andal, efisien, dan nyaman bagi masyarakat. (rs/red)


