TINTA INFORMASI | TANGGAMUS – Upaya melestarikan budaya daerah sekaligus meningkatkan prestasi olahraga terus dilakukan Kabupaten Tanggamus. Kali ini, para atlet dan pendekar pencak silat Tanggamus berangkat menuju Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, untuk mengikuti kegiatan silaturahmi dan studi banding bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tangerang Selatan.
Pelepasan rombongan berlangsung di BLB, kediaman Bupati Tanggamus, Jumat (30/10/2026). Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., tidak dapat hadir karena menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Lampung di Kalianda.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Arpin, S.Pd., M.M. Sementara itu, keberangkatan para atlet dan pendekar pencak silat dikawal langsung oleh Ketua KORMI Kabupaten Tanggamus, Hilman, S.H.
Kegiatan studi banding tersebut bukan sekadar kunjungan antardaerah. Rombongan diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta mempelajari pola pembinaan pencak silat yang dapat diterapkan di Kabupaten Tanggamus.
Selain atlet, para guru besar pencak silat juga turut dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka diharapkan semakin memperkuat upaya menjaga seni bela diri tradisional sebagai bagian dari warisan budaya daerah.
Pemkab Tanggamus Dukung Pembinaan Pencak Silat
Dalam sambutannya, Arpin menyampaikan salam hangat dari Bupati Tanggamus sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam pembinaan atlet dan pelestarian pencak silat.
“Pak Bupati menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada seluruh atlet serta para guru besar yang selama ini telah bekerja keras melestarikan budaya pencak silat di Kabupaten Tanggamus,” ujar Arpin.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanggamus, Zulfadli, S.E., M.M. Ia menilai studi banding ke IPSI Tangerang Selatan dapat menjadi sarana penting bagi atlet dan pembina untuk memperoleh pengalaman serta pengetahuan baru.
“Kami sangat mendukung keberangkatan ini. Semoga melalui studi banding dan silaturahmi, para atlet mendapatkan pengalaman yang bermanfaat untuk kemajuan budaya pencak silat di Kabupaten Tanggamus,” ungkap Zulfadli.
Zulfadli juga mengaku terharu melihat antusiasme para atlet muda yang telah menunggu keberangkatan sejak pagi. Menurutnya, semangat tersebut menunjukkan besarnya motivasi generasi muda Tanggamus untuk mengembangkan kemampuan, meskipun mereka harus menempuh perjalanan jauh dan menyeberangi lautan.
Ia berharap dukungan dari Bupati Tanggamus, KORMI, orang tua atlet, serta seluruh pihak yang terlibat dapat menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk terus berkembang.
“Harapannya, dukungan ini dapat mendorong generasi muda untuk terus berkembang dan menjadi sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.
Pencak Silat Masuk Olahraga Unggulan Tanggamus
Lebih lanjut, Zulfadli mengungkapkan bahwa Bupati Tanggamus telah menerbitkan keputusan mengenai olahraga unggulan daerah.
Dalam kebijakan tersebut, pencak silat menjadi salah satu cabang olahraga yang mendapat prioritas pengembangan. Selain pencak silat, olahraga unggulan lainnya meliputi renang, kick boxing, sepak takraw, dan bulu tangkis.
Karena itu, Zulfadli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam pembinaan atlet. Menurutnya, dukungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga perlu melibatkan pihak sekolah, pemerintah pekon, hingga pemerintah kecamatan.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara bersama-sama, ia optimistis Tanggamus dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah.
“Harapannya, dari pembinaan yang dilakukan bersama-sama ini akan lahir atlet-atlet potensial yang mampu berprestasi, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional,” tegasnya.
KORMI Apresiasi Dukungan Bupati
Pada kesempatan yang sama, Ketua KORMI Kabupaten Tanggamus, Hilman, S.H., menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tanggamus atas perhatian dan dukungan terhadap perkembangan pencak silat di daerah.
Hilman menilai dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam membangun semangat para atlet sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi mereka untuk berkompetisi.
“Saya mengucapkan terima kasih atas penghargaan dan support dari Bupati Tanggamus, Bapak Saleh Asnawi, yang telah memberikan dukungan kepada para atlet dan pendekar silat. Termasuk melalui penyelenggaraan berbagai event pencak silat tingkat Kabupaten Tanggamus yang memberikan dampak positif dan menjadi penyemangat bagi para atlet,” kata Hilman.
Adapun atlet yang diberangkatkan dalam kegiatan tersebut merupakan para peraih nominasi juara pertama, kedua, dan ketiga dalam ajang Dandim Cup yang digelar beberapa waktu lalu.
Prestasi tersebut menjadi modal penting bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan. Melalui studi banding ke Tangerang Selatan, mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga berkesempatan melihat secara langsung pola pembinaan dan pengembangan pencak silat di daerah lain.
Dorong Pencak Silat Tetap Hidup di Generasi Muda
Kegiatan pelepasan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Arpin, Kepala Dispora Tanggamus Zulfadli, Ketua KORMI Hilman, Ketua APPSBI Syamsir Alam Nasution, serta para orang tua atlet pencak silat.
Keberangkatan para atlet dan pendekar pencak silat Tanggamus ke Tangerang Selatan diharapkan menjadi momentum positif untuk memperkuat pembinaan olahraga sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah.
Lebih dari sekadar mengejar prestasi di arena pertandingan, pencak silat juga menjadi bagian dari identitas dan warisan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.
Dengan dukungan pemerintah, organisasi olahraga, para pendekar, pelatih, sekolah, orang tua, dan masyarakat, pembinaan pencak silat di Tanggamus diharapkan semakin berkembang. Pada akhirnya, langkah tersebut tidak hanya mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional, tetapi juga memastikan warisan budaya pencak silat tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. (**)
