Lampung Selatan

Masalah lagi, Volume Proyek Rehabilitasi Jalan Ruas Lematang – Bandar Lampung, Ditenggarai tak Sesuai RAB

Avatar photo
45
×

Masalah lagi, Volume Proyek Rehabilitasi Jalan Ruas Lematang – Bandar Lampung, Ditenggarai tak Sesuai RAB

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Lamsel — Belum lagi usai persoalan hasil pekerjaan Proyek Rehabilitasi Jalan Ruas Lematang – Kota Balam yang diduga dikerjakan asal jadi tapi sudah di PHO. Kini muncul dugaan indikasi baru kalau volume Panjang pekerjaan yang dilaksanakan oleh rekanan PT. Djuri Tehnik dengan nomor kontrak 04/KTR/DAKBM.I/ APBD/DPUPR-15-LS/2021 senilai Rp. 5.642. 043. 104,71 yang bersumber dari DAK 2021, diduga volume panjang jalan dikerjakan tidak sesuai RAB.

Betapa tidak, menurut keterangan Pengawas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan, Joko yang mengawasi pekerjaan itu saat dikonfirmasi menegaskan, kalau panjang jalan ruas Lematang – Kota Balam itu sesuai RAB sepanjang 4375 meter.

Sementara, Pelaksana dari rekanan PT. Djuri Tehnik yang melaksanakan pekerjaan Rehabilitasi Jalan Ruas Lematang – Kota Bandar Lampung, M. Apri, dalam berita klarifikasinya di salah satu Media Online tanggal 29/9/2021 mengatakan, total panjang jalan yang dikerjakan hanya 3,797 KM.

Sepintas, terlihat ada perbedaan yang sangat signifikan terkait volume Panjang pekerjaan jalan ruas Lematang – Kota Bandar Lampung. Terkesan, dalam berita klarifikasi oleh Pelaksana rekanan PT. Djuri Tehnik pada salah satu media Online dengan terang menyatakan yang dikerjakan hanya sepanjang 3,797 KM. Bila menurut pengawas DPUPR Lamsel, volume panjang 4375 Meter. Diduga ada sekitar 568 meter volume panjang jalan Aspal Hotmix yang tidak dikerjakan oleh rekanan PT. DJuri Tehnik.

“Kan pelaksananya yang klarifikasi di Media Online, kalau yang dikerjakan hanya sepanjang 3,797 km. Waduh berapa ton itu aspal Hotmixnya yang gak digunakan di proyek jalan itu. Hitung aja mas, panjang 568 M X lebar 300 cm X ketebalan 4 cm, berapa tuh uang APBD yang hilang,” tegas salah satu warga Lematang yang juga aktif sebagai Aktivis Control Sosial kepada Media ini pada Kamis (9/10) lalu.

Menurut sumber, ia juga menyimak apa yang dikatakan oleh Suwardi Administrasi Tehnis PT. Djuri Tehnik pada salah satu Media Online edisi tanggal 29/9/2021 lalu. Suwardi mengatakan kalau lokasi ruas jalan itu sebelumnya berupa jalan tanah merah.

“Saya ini Asli masyarakat Desa Lematang Mas, lebih mengerti kondisi jalan Lematang – Sabah balau sebelum di lakukan pengerjaan Aspal Hotmix. Mulai dari flyover Lematang sampai dusun Rilau Gadis itu jalanya berupa Onderlag dan masih bagus. Kalau dari perbatasan Lematang ke Desa Sabah Balau, itu jalannya berupa aspal lama, memang sih sudah rusak. Tapi kan bukan jalan tanah merah. Di lokasi jalan mana yang kata pelaksana Wardi sebelum di aspal, jalan itu berupa jalan tanah merah, gak bener itu, jangan asal ngomong dong,” tegas sumber Bongkar Post.

Yang menjadi persoalan, mengapa rigid beton itu banyak yang retak. Terutama di posisi kiri badan jalan ketika mengarah dari Desa Lematang ke Desa Sabah Balau.

“Yang retak itu bukan bagian batas antara Aspal dengan rigid beton saja, tapi menyeluruh. Saya lihat waktu pengerjaannya dilakukan hingga malam hari, jadi kerjanya kurang optimal, buru-buru seperti dikejar waktu. Selain karena dikejar waktu, bagian dasar yang akan disiram Rigid beton itu tidak dipasang lapisan plastik. Sehingga diwaktu panas rigid beton itu pada retak. Kami yang melihat langsung kalau itu tidak dipasang lapisan plastik,” pungkas sumber.

Sementara, Plt Kadis PUPR Kabupaten Lampung Selatan, Hasbi Aska, saat dikonfirmasi mengatakan, kalau semua Tim sudah turun ke lokasi untuk melihat kebenarannya.

“Kita sudah turunkan Tim kesana, seperti Inspektorat, PPK dan Konsultan. Nanti hasil dari Investigasi mereka kita tindak lanjuti. Kalau pekerjaannya kurang bagus, ya diperbaiki, kalau pekerjaan aspalnya mengelupas ya kita packing lagi,” tegasnya.

Menurut Hasbi, dengan adanya pemberitaan terkait pekerjaan Rehabilitasi Jalan Ruas Lematang – Kota Bandar Lampung itu pihak rekanan PT. Djuri Tehnik sudah dipanggil.

“Rekanan sudah kita panggil, kalau hasil dari Investigasi Tim ke Lapangan, itu ranahnya PPK, ” Pungkas Hasbi. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *