Lampung

Alzier Dianis Thabranie : NU ke depan harus memperkuat Silaturrahmi sesama Nahdiyin.

Avatar photo
135
×

Alzier Dianis Thabranie : NU ke depan harus memperkuat Silaturrahmi sesama Nahdiyin.

Sebarkan artikel ini

TintaInformasi.com,Lampung–Sosok Tokoh Politik terkemuka M. Alzier Dianis Thabranie di kalangan keluarga besar Nahdiyin (NU) Provinsi Lampung tak perlu di pertanyakan lagi. Tak hanya itu, M. Alzier Dianis Thabranie pun sangat dekat dengan keluaraga pendiri Nahdatul Ulama (NU) yang juga Presiden ke empat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Alm).

Kedekatan Tokoh Politik Provinsi Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie dengan keluarga besar Nahdiyin, itu sudah berlangsung lama sejak mendiang Orang Tuanya, Thabranie Daud (Alm) seorang tokoh Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Lampung yang juga Mantan Wali Kota Bandar Lampung.

Kedekatan dua Keluarga tokoh Nahdiyin ini M. Alzier Dianis Thabranie dan Presiden RI ke empat, Abdurrahman Wahid (Alm), itu terlihat usai pembukaan muktamar NU di Kabupaten Lampung tengah Provinsi Lampung. Putri Presiden RI ke empat, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Alm) Yenny Wahid bertemu dengan Mustasyar NU Lampung M Alzier Dianis Thabranie di Jumbo Food Telukbetung Bandarlampung, Rabu (22/12) siang kemarin.

Terlihat, sambil menikmati makan siang, keduanya bercengkrama hangat dan Akrab seperti seorang kakak dan adik sambil membicarakan seputar muktamar, keduanya juga asyik bercerita masa lalu. Terutama saat Gus Dur masih ada.

“Saya ingat betul nasehat Gus Dur dan masih saya ikuti hingga sekarang. Pesan Gus Dur hidup ini harus sering sedekah yang ikhlas agar hidup barokah,” ucap Yeni Wahid menirukan Nasehat Gus Dur kepada dirinya.

Hubungan Alzier dan Gus Dur sebenarnya sudah terajut cukup lama, terutama lewat jalur Nahdiyin. Kakek dan Ayah kandung Alzier adalah tokoh NU Lampung Lampung yang juga mempunyai hubungan baik dengan keluarga besar Gus Dur.

Saat Alzier terpilih menjadi Gubernur Lampung di tahun 2002 lalu, Gus Dur adalah salah satu orang yang membela Alzier. Bagi Gus Dur, Alzier adalah korban politik di kala itu.

“Ya biasa makan bersama, Yeni itu (Putri Presiden ke empat.red) itu adik saya, ” Ujar Bang Alzier sapaan Akrab tokoh Politik Lampung ini.

Dengan di laksanakan nya Muktamar NU ke 34 di Lampung, Alzier berharap agar ke depan nya keluarga Nahdiyin selalu menjaga silaturrahmi.

“Kita berharap agar NU ke depan tidak hanya mengurusi Bapak-bapaknya saja, seperti hanya mengurusi Muslimat, Fatayat. Di perlu kan selalu silaturrahmi agar saling mengenal. Misal, anak saya agar kenal dengan anaknya Yeni, Anaknya Yeni biar kenal dengan anaknya Said Agil Siradj, begitu selanjutnya. Ini kan mereka tidak saling kenal, ke depan NU itu harus di benahi. Anak-anak NU ini yang telah lulus sekolah minimal SMA itu ada berapa juta, itu kan luar biasa, kalau Pemilu bisa untuk mendulang suara, “harapnya.

Selain itu, tegas Alzier, siapa pun yang terpilih untuk memimpin NU pada Muktamar ke 34 ini, yang terpenting bisa membawa NU ke depan sejalan dengan kelurga Nahdiyin.

” Siapa pun yang terpilih, itu adalah milik keluarga NU, “Tutupnya. (Amuri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *