Lampung

Istikharah M.Alzier Dianis Thabranie Memang Nyata Jitu Prediksi Gus Yahya Pimpinan Ketua PBNU

Avatar photo
5
×

Istikharah M.Alzier Dianis Thabranie Memang Nyata Jitu Prediksi Gus Yahya Pimpinan Ketua PBNU

Sebarkan artikel ini

TintaInformasi.com,Lampung–Prediksi politikus senior Lampung Alzier Dianis Thrabranie (ADT) sebelum Muktamar ke-34 Nahdatul Ulama (NU) ternyata tepat atas terpilihnya Gus Yahya sebagai nahkoda PBNU periode 2021-2026.

Mustasyar DPW NU Lampung itu mengaku salat istikharah dulu, mohon petunjuk Allah SWT, pemimpin yang pas untuk NU lima tahun yang akan datang antara Yahya Cholil Staquf dengan petahana KH Said Aqil Siradj.

Hasilnya, dia publikasi H-1 Muktamar ke-34 NU, Rabu (22/12/2021), bahwa Gus Yahya yang akan terpilih memimpin NU jelang “tahun politik” 2024. Walau bukan partai politik, NU seksi dengan basis massanya yang hampir 100 juta.

mengorek pendapat tangan kanannya, M. Kholiz, yang tetap setia walau ADT belum punya “panggung politik” lagi, ADT masih jitu memprediksi pemimpin NU. Dijawabnya singkat,”Intuisi politik.”

Alzier memang punya riwayat panjang berselancar dalam dunia politik. Dia pernah memimpin partai besar lalu pindah menguasai tiga periode partai besar lainnya, yakni Partai Golkar Lampung.

Langkah politiknya lumayan membuat bergetarnya Indonesia. Walau memeroleh suara terbanyak dalam pemilihan gubernur Lampung. Dia tak dilantik Megawati Soekarnoputri yang kala itu presiden RI.

Alasan Alzier yang dipublikasi banyak media siber, alasannya yakin Gus Yahya yang terpilih memimpin NU setelah dirinya salat istikharah.

Setelah saya cermati situasi dan dinamika terakhir, saya salat istikharah, insyaallah Gus Yahya jadi Ketum PBNU,” ujarnya Rabu (22/12/2021).

Alzier optimis NU di bawah Gus Yahya bisa meningkatkan kesejahteraan umat, khususnya warga nahdliyin.

Apalagi Gus Yahya dikenal memiliki jaringan luas di dunia internasional. Dia tentu tidak sulit untuk menjalin kerjasama dengan dunia luar.

Ditambah lagi komitmen Gus Yahya yang tidak mau menjadikan NU masuk terlalu dalam untuk urusan politik praktis, terutama pilpres. Dengan demikian, Gus Yahya akan fokus pada kerja keumatan.

Menurut Alzier, tak politik praktis itu merupakan modal utama untuk membesarkan NU. Sebab, selama ini NU terlalu dalam masuk ke pusaran politik praktis.

Momentum abad kedua NU, tentu memerlukan fokus yang serius agar NU bisa memberikan kontribusi dalam peradaban dunia. “Selamat berkarya, semoga Indonesia semakin diperhitungkan dalam kancah dunia,” tandasnya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *