Nasional

Miris Nasib Pak Saiman sudah Sakit Di Politisi Oleh Oknum mantan kepala UPT puskesmas Candipuro

Avatar photo
46
×

Miris Nasib Pak Saiman sudah Sakit Di Politisi Oleh Oknum mantan kepala UPT puskesmas Candipuro

Sebarkan artikel ini

Candipuro,TintaInformasi.com–Pak Saiman namanya,warga desa sinar Palembang RT/RW 06/02.Kecamatan Candipuro, Beliau sudah 3 tahun ini sakit dan terbaring di tempat tidur, infonya penyakit beliau saraf kejepit Dan Beliau sudah Mencoba berobat selama ini.

Akan tetapi lebih kurang 6 bulan ini sudah tidak berobat lagi,di karenakan keterbatasan biaya jadi beliau sudah enggan untuk berobat, Dan Beliau punya Dua orang anak perempuan pinda dan arum.

Putri sulung beliau pinda yang terpaksa putus sekolah ketika duduk di kelas dua SMA,dan sekarang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagaipembantu rumah tangga ( PRT ) di Bekasi.

Adapun awalnya Pak saiman pada hari kamis 13 Januari 2022 , Beliau di bawa oleh pihak kecamatan dan UPT Puskesmas Candipuro berobat ke Bob bazar kalianda,yang pada kesimpulan medis kala itu tindakan terakhir akan dilakukan tindakan operasi.

Untuk pemasangan pen pada tulang punggung belakang yg patah,dan juga untuk penanganan terhadap saraf kejepit yang ada.

Tindakan Operasi menurut pihak dokter bob bazzar menelan biaya lebih kurang Rp.80.000.000,- Atas keluarnya estimasi biaya tersebut pak Saiman memutuskan untuk pulang sementara ke rumahnya di Desa sinar Palembang.

Lagi lagi Menurut pak Saiman mengenai biaya akan di musyawarah kan dan akan di bantu oleh pihak UPT Puskesmas Candipuro dan pihak kecamatan Candipuro dan pernyataan ini di ucapkan langsung oleh kepala UPT puskesmas Candipuro Achmad solatan.

Seiring Berjalanya waktu pak saiman di datangi kembali oleh kepala UPT Puskesmas Candi puro , Achmat Solatan untuk menyampaikan bahwa Dana biaya operasi untuk menangani penyakit pak saiman,sudah terkumpul.

Adapun dana di lingkup kecamatan Candipuro sebesar 18 juta ,dan dari lingkup Pemda 70 juta , lagi lagi ini di ucapkan langsung oleh Achmat solatan kata pak saiman.

Dan menurut Kepala UPT Candipuro Achmad Solatan dana tersebut akan di serahkan saat acara pelantikan dirinya untuk menjadi camat kecamatan Candipuro yg baru nanti oleh Bupati H.Nanang Ermanto pada tanggal , 14 Februari 2022.

Namun Lagi lagi pak saiman Di prank karna pada saat pelantikan Achat solatan jadi camat candi puro tanggal 14 Februari 2022 yang lalu tak ada penyerahan dana bantuan tersebut.

Padahal istri beliau Sutarni diminta hadir dan dibawa oleh kaur desa sinar palembang sopani pada saat acara pelantikan tersebut.

Karna tidak adanya kejelasan dan kepastian kembali pak saiman coba komfirmasi ke pihak kecamatan achmad solatan melalui saudara pak saiman bersama kadus dusun dua saudara tono dan jawaban camat pada saat itu , beliau di suruh tunggu satu sampai dua hari katanya dan dana bantuan tersebut akan di serahkan oleh camat candi puro langsung saudara achmad solatan.

Namun sampai pada tanggal 18 Februari 2022 tidak ada realisasi.

Dan beliau akhirnya memutuskan untuk berangkat sendiri berobat ke Rs abdul muluk bandar lampung dan pihak abdul muluk tak menangani dan memutuskan untuk pindah ke RS Budi Medika Teluk Betung.

.” Kalau kami tidak di janjikan dari dulu mungkin kami sudah membawa suami saya berobat om, apa saja akan kami jual buat berobat , tapi ini kan mereka yang janjikan dan bukan kami yang minta tapi ujung ujungnya kami di permainkan seperti ini,” kata sutarni istri saiman.

istri pak saiman ketika di komfirmasi lewat telpon seluler Jum’at 18 Februari 2022 ” iya om kami sudah tak tau lagi kemana harus mengadu , kok sampai kami di permainkan seperti ini semoga dengan adanya kejadian yang menimpa kami ini ada hikmahnya dan kami berharap dengan adanya pemberitaan ini bisa sampai langsung ke pak bupati nanang ermanto dan beliau tergugah mengulurkan bantuan untuk membantu keluarga kami , kalau janji janji camat candi puro kami tak berharap lagi karena kami merasa di permainkan olehnya,” kata sutarni sambil menahan isak tangis nya yang saat di komfirmasi sutarni mengaku lagi istirahat di musholah RS Budi Medika karena hanya satu orang yang boleh bersama suaminya di ruangan tempat pak saiman di rawat serta harus di swab dan dijaga oleh anak pertamanya pinda.

Dan menurutnya seluruh biaya yang kami keluarkan ini tanpa ada bantuan pihak manapun bahkan BPJS mereka pun tak berlaku.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *