Lampung Tengah

Oknum Kakam Payung Makmur Diduga Raja Korupsi Dana ADD Jadi Gunjingan Masyarakat

Avatar photo
86
×

Oknum Kakam Payung Makmur Diduga Raja Korupsi Dana ADD Jadi Gunjingan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Lampung Tengah, TintaInformasi.com–Pembangunan jalan onderlag di kampung payung makmur kecamatan pubian anggaran 2021 diduga kuat untuk ajang korupsi. pasalnya hingga 2022 proyek tersebut belum juga selesai.

sejumlah elemen masyarakat menduga belum selesainya proyek tersebut hingga 2022 ini diduga faktor kesengajaan agar proyek tersebut bisa di S-P-J kan dua kali berturut-turut dengan menggunakan anggaran tahun 2021-2022.

Sejumlah warga yang dikonfirmasi secara terpisah dan enggan ditulis namanya membenarkan jika proyek tersebut dikerjakan pada anggaran 2021.

“Namun anehnya hingga 2022 ini proyek tersebut, belum juga selesai,”ujar salah satu warga pada Kamis (17/2/2022).

Narasumber menceritakan, dulu masyarakat pernah melakukan demontrasi dan mengadukan dugaan korupsi kepala kampung payung makmur selama menjabat kepihak aparat penegak hukum dan terkait.

“Meski pernah dinyatakan sudah ada dugaan korupsi dan dinyatakan bersalah namun tidak juga diberikan sanksi secara hukum. Malah sekarang sejak kejadian itu kepala kampung kami semakin parah dan tidak takut lagi memanfaatkan dana desa untuk kepentingan dia pribadi memperkaya diri,”beber Narasumber.

Narasumber juga menjelaskan jika pekerjaan proyek dikampung payung makmur tidak memasang papan nama. sehingga masyarakat tidak tau berapa anggaran yang dihabiskan untuk membangun proyek underlag tersebut.

“Kami tidak tau berapa besar anggaran yang digunakan untuk membangun jalan tersebut. sebab setau saya tidak ada papan nama proyek,”Tegas Narasumber.

Terpisah, salah satu warga yang juga enggan ditulis namanya mengaku jika pekerjaan proyek dikerjakan langsung oleh kepala kampungnya.

“Meski ada struktur yang dibuat hannya sekedar formalitas saja. Bahkan saya heran padahal dikampung kami sudah tidak heran lagi jika penggunaan anggaran dana desa menjadi ajang korupsi, namun hingga saat ini kepala kampung kami belum juga tersentuh hukum,”Katanya dengan terkesan kecewa dengan aparat penegak hukum.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *