Bandar LampungLampungLampung SelatanMitra KPKPemerintahan

Waduh!!! Proyek Pembangunan Jalan di Tanjung Bintang diduga Sangat Bobrok Jalan di Tempat dan Jadi Sorotan Masyarakat

Avatar photo
137
×

Waduh!!! Proyek Pembangunan Jalan di Tanjung Bintang diduga Sangat Bobrok Jalan di Tempat dan Jadi Sorotan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

TintaInformasi.com, Lampung Selatan –Program Pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan diduga mandeg alias jalan di tempat. Utamanya yang bersentuhan langsung dengan rakyat. Seperti fasiltas jalan.

Warga pengendara roda dua atau roda empat mengeluhkan rusaknya beberapa ruas jalan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Salah satunya di wilayah Kecamatan Tanjung Bintang Lampung Selatan. Di wilayah ini, terparah justru berada di kota Kecamatan Tanjung Bintang dengan panjang sekitar 10 KM. Mulai dari Pasar hingga Portal pertigaan arah Bandarlampung dan Lampung Timur.

Dari pantauan tim Tinta Informasi , hampir sepanjang jalur ini jalan rusak parah, dengan lubang besar dan seperti kubangan sawah. Terparah tampak di Desa Daton 9.

Bahkan kerusakan jalan yang sangat parah ini telah viral di medsos dan jadi perbincangan hangat warga. Aap Suhaili, warga Tanjung Bintang menyebutkan, kondisi ini bukan hanya di satu tempat, namun ada di sejumlah lokasi lainnya. “Ada beberap titik atau lokasi jalan yang rusak dan berlubang dan sangat parah serta membahayakan pengendara,”ucapnya, Senin (6/6/2022).

Dia juga menyampaikan, pada lajur tersebut sering terjadi kecelakaan namun warga tetap menggunakan karena itu merupakan akses jalan utama.

“Sering menelan korban kecelakaan di jalan tersebut, tapi itu akses utama warga Tanjung Bintang yang akan ke Bandar Lampung maupun Lampung Timur,'” jelasnya.

Aap mengatakan kondisi kerusakan ini sudah berlangsung sejak lama. ” Waduh bang, udh lama lah, gak ngerti berapa tahun ini, “jelasnya.

Beberapa waktu lalu, jelas Aap, jalan ini pernah ditinjau bupati Lamsel Nanang Ermanto. ” Lokasi jalan ini pernah ditinjau pak bupati, ya tapi cuma lihat-lihat saja, sampai sekarang gak ada realisasinya, “jelasnya dia.

Justru jalan ini sering ditambal warga pakai batu krikil atau tanah timbunan. ” Paling warga saja yang sering nambal pakai batu atau tanah, kalau dari pemerintah kecamatan atau kabupaten belum ada perhatian sama sekali bang, “pungkasnya.

Warga yang melintas manyampaikan hal serupa, jalan yang menjadi akses satu-satunya yang menghubungan enam kecamatan di Lamsel itu sulit untuk dilalui semua kendaraan, termasuk pejalan kaki.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *