Bandar LampungLampung

Mengenang Sosok Pahlawan Kemerdekaan Hi. A. Moeis Bin Hi. Pangeran Suhaimi

Avatar photo
235
×

Mengenang Sosok Pahlawan Kemerdekaan Hi. A. Moeis Bin Hi. Pangeran Suhaimi

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Bandar Lampung – Bumi Lampung memiliki salah satu putera terbaik yang berhasil mengukir tinta emas sebagai pejuang dan abdi negara. Sosok putra daerah pemberani dan cerdas tersebut bernama Hi. A. Moeis, Gelar Suttan Pangeran Skala Brak, sebagai Saibatin Marga Liwa.

Meskipun Hi A.Moeis telah wafat, namun nama dan jasa-jasanya masih dikenang masyarakat Lampung dengan diabadikan namanya oleh masyarakat di sekitar rumah kediaman Almarhum, menjadi nama salah satu jalan di kota Bandar Lampung yaitu jalan Skala Brak di Pakis kawat Kelurahan Enggal, Kota Bandar Lampung.

Pada hari ulang tahun Bhayangkara yang ke 76 tahun 2022 ini, kita mengenang sosok pejuang kemerdekaan RI Hi. A.Moeis yang lahir di Batu Brak pada tanggal 21 januari 1930, dan meninggal dunia pada tanggal 30 Agustus 2003 dan di makamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjung Karang Bandar Lampung.

Almarhum Hi. A. Moeis pernah mengabdi sebagai anggota TNI AD dari Corps CPM juga di Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan terakhir sampai pensiun sebagai Pamong Praja PNS Di Provinsi Lampung.

Saat Media awak media Tintainformasi.com bersilaturahmi ke kediaman Almarhum di jalan Skala Brak no 73 Bandar Lampung, dan bertemu dengan salah satu putranya yakni AKBP Huari Moeis, yang saat ini menjabat sebagai KBO Ditpamobvit Polda Lampung, Dia menceritakan riwayat penugasan Almarhum Hi.A. Moeis mulai dari perjuangan kemerdekaan RI, sebagai anggota TNI AD (CPM), dan menjadi anggota Polri serta PNS.

“Riwayat dalam menjadi Anggota TNI dari tahun 1945 -1950 pada jaman jepang, Ayah saya sebagai penerjemah bahasa jepang noin tahun 1945 dan pada masa kemerdekaan RI tahun 1946 Almarhum mengikuti pendidikan kader Polisi Tentara di Bukit Tinggi, sebagai cikal bakal dari terbentuknya Polisi Militer AD dan ditempatkan sebagai polisi tentara (PT) Resimen lll divisi l Komando Sumatera dan selanjut nya Polisi Tentara (PT) TRI Brigade Garuda Hitam.” Ujar Huari.

Selanjutnya Huari menceritakan, “Divisi Garuda peralihan dari TRI menjadi TNI, beliau menjadi CPM (TNI) Kompi C Yon Garuda di Tanjung Karang dengan pangkat terakhir Sersan Satu (Sertu) CPM mengajukan berhenti dengan hormat atas permintaan sendiri pada tahun 1950 untuk mengikuti pendidikan sekolah Komandan Polisi Indonesia di sukabumi.” Ujarnya.

Lebih jauh Huari Moeis mengisahkan, “Pada aksi militer I aktif bertempur di Baturaja front kemelak, front spantjar dan front kamarung dan Aksi militer ll aktif di pertahanan pantai panjang Teluk Betung Tanjung Karang , Gedong Air , Langkapura, Kemiling, Gedong Tataan, Way Layap, Gading Rejo, Bojo Rahayu” Tambah Huari.

Masih menurut Huari, “Riwayat penugasan dalam Polri tahun 1950, menjadi siswa di sekolah komandan polisi indonesia di suka bumi dan lulus pada tanggal 4 juni 1951 dengan pangkat komandan polisi, dan pada tanggal 25 Agustus 1951 di tempatkan di daerah sulawesi selatan dan di tempatkan sebagai komandan polisi pada detasemen polisi luar kota di sengkang sulawesi selatan” Imbuhnya.

Huari juga menceritakan, “Selanjut nya dimutasi sebagai komandan polisi pada detasemen polisi luar kota di takalar sulawesi selatan, dan pada tanggal 1 Juni 1952 atas permintaan orang tua berhenti dengan hormat dan atas permintaan sendiri, dengan pangkat terakhir komandan polisi.” Ujarnya.

Untuk berkarir di pemerintahan menurut Putranya tersebut, “Riwayat penugasan di pemerintahan dimulai dari PNS Dinas Perhubungan Lalulintas Angkutan Darat di Jakarta pada tahun 1955, dan setelah Lampung menjadi Provinsi, kemudian pindah ke Provinsi Lampung pada tahun 1964 menjadi Camat Pekalongan, Kabupaten Lampung Tengah, dan pada tahun 1966 menjadi Camat Labuhan Maringgai, Kabupaten Lamsel, kemudian pada tahun 1969 Camat Balik Bukit Liwa, kemudian pada tahun 1971 menjadi Camat Pesisir Tengah, Kabupaten Lampung Utara, pada tahun 1979 Kasubdin Pariwisata, pada tahun 1983 Kabag Pembangunan Kodya Bandar Lampung, kemudian pada tahun 1985 Kabag BP7 Kodya Bandar Lampung, dan pensiun tahun 1986.” Jelas Huari.

Adapun Bintang Jasa yang diterima oleh Hi.A Moeis adalah, Bintang gerilya, Satya Lencana peristiwa aksi militer I (PK l) Satya peristiwa Aksi militer ll, Satya Lencana Sapta Marga, Satyalancana penegak, dimana beliau ikut dalam penumpasan G30S PKI, Satyalancana pembangunan dan Veteran pejuang kemerdekaan RI Gol A.

Jejak Almarhum Hi. A. Moeis diikuti juga oleh putra-putrinya yang menjadi abdi negara sebagai PNS maupun anggota TNI maupun Polri, diantaranya, Dokter (Alm) Choirul Muluk Moeis, AKBP (Purn) Syahrial Utama, Kolonel Chk Zulkifli Moeis, mantan Kepala Ouditur Militer Palembang, AKBP Huari Moeis, Letkol Chk Hendra Gunawan Moeis yang saat ini bertugas di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI dan Cahyadi Moeis yang saat ini menjabat sebagai Camat Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Irma Moeis, dan Indah Moeis.

Sebelum mengakhiri wawancara kepada salah satu putra dari Almarhum Hi.A. Moeis, AKBP Huari Moeis mengatakan, “Saya bangga dengan ayah saya sebagai pejuang kemerdekaan RI, oleh karena itu saya harus menjaga nama baik beliau sampai akhir pengabdian saya sebagai anggota Polri, dimana pada juni 2023 saya akan mengakhiri tugas sebagai anggota Polri” Tandasnya.

Keluarga Besar Almarhum Hi. A. Moeis mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 76 tahun 2022, “Polri Yang Presisi Mendukung Pemulihan Ekonomi Dan Reformasi Struktural Untuk Mewujudkan Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh.” Pungkas Huari. | ( Ardan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *