Lampung Tengah

Tanpa Pasang Papan Informasi Proyek, Pembangunan Jalan Lapen Kampung Purwosari Jadi Sorotan Masyarakat

Avatar photo
86
×

Tanpa Pasang Papan Informasi Proyek, Pembangunan Jalan Lapen Kampung Purwosari Jadi Sorotan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

TintaInformasi.com, Lampung Tengah — Pekerjaan proyek pembangunan Lapis Penetrasi Makadam (lapen) dikampung Purwosari, Kecamatan Padangratu, Kabupaten Lampung Tengah, mulai disoroti oleh warga setempat.
Pasalnya, pekerjaan proyek yang sudah hampir selesai ini tanpa dilengkapi atau di pasang papan nama proyek.

Hal itu kemudian mendapat sorotan dari warga setempat bahwa proyek yang dibangun pemerintah dinilai proyek siluman, sebab sama sekali tidak terpasang papan nama informasi proyeknya saat melaksanakan kegiatan pekerjaan.

“Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran, tegas salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya, pantauan Tim dialokasi, terlihat pengerjaan tersebut dalam keadaan cuaca hujan dan Bahkan pihak konsultan atau pengawas di lapangan tidak terlihat.

Sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan,” ungkap salah satu warga yang mengetahui betul tentang aturan proyek pemerintah itu.

Menurut pekerja di lapangan, tukang yang mengerjakan jalan lapen tersebut saat di wawancarai (22/6/2022) mengatakan bahwa ” kami tidak tau mengenai anggaran, yang saya tau ukuran nya sepanjang 900 meter, dan kami hanya di perintahkan untuk kerja saja, kami hanya di bayar upah harian saja,“ ucap pekerja.

Hingga berita ini diturunkan belum juga ada papan nama proyek yang terpasang,dan tidak diketahui nama CV atau PT, yang mengerjakannya juga siapa pemborongnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *