LampungLampung SelatanPemerintahan

APH Mulai Bidik Dugaan Korupsi Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan Menindaklanjuti Laporan KAMPUD

Avatar photo
56
×

APH Mulai Bidik Dugaan Korupsi Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan Menindaklanjuti Laporan KAMPUD

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN — Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan melakukan tindaklanjut terhadap dugaan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) yang terdapat di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan terkait pengelolaan dana belanja makanan dan minuman tahun anggaran 2021.

Melalui keterangan kepada tim media, Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Kejari Lampung Selatan, Samiadji, S.H, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima disposisi dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung perihal tersebut.

“Telah diteruskan ke Kami dari Kejati Lampung, saat ini sedang dalam proses ditindaklanjuti”, kata Kasiintel Kejari setempat pada Kamis (22/9/2022).

Untuk diketahui bahwa dugaan korupsi pengelolaan anggaran belanja makanan dan minuman oleh Dinas Kesehatan setempat dari alokasi APBD tahun anggaran 2021 senilai Rp. 3.653.057.000,- dilaporkan oleh Perkumpulan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda Untuk Demokrasi (KAMPUD) ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung pada Jumat (26/8/2022).

Sementara, Kepala Bidang Humas dan Informasi DPP KAMPUD, Slamet Riyadi, S.Sos, menyampaikan bahwa pihaknya terus akan memantau dan mengawal perihal aduan yang telah didaftarkan secara resmi ke Kantor Kejati Lampung.(dikutip dari jnnews.co.id)

“Terhadap laporan adanya dugaan KKN dalam pengelolaan anggaran belanja makanan dan minum oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, khususnya atas pengelolaan pajak dari realisasi belanja tersebut akan terus kita monitor dan kawal, semoga dengan telah didaftarkan aduan secara resmi ke Pos Pelayanan Hukum dan Penerimaan Pengaduan Masyarakat (PPH dan PPM) Kejati Lampung maka persoalan dugaan ini akan menjadi terang”, kata Slamet pada Sabtu (24/9/2022) di Bandar Lampung.

Kemudian, Slamet Riyadi juga berharap kepada pihak Kejaksaan agar dapat menindaklanjuti secara maraton.

“Kita berharap kepada korps Adhyaksa, agar kiranya dapat menindaklanjuti secara cepat dan tepat sehingga terhadap persoalan tersebut pihak Kejati Lampung mampu mengusut dengan tuntas”, pungkas Slamet Riyadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *