LampungLampung SelatanMasyarakat

Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Titiwangi – Trimomukti Dinilai Bermutu Rendah, Pemborong Dituding Abaikan Arahan Pengawas dan Konsultan Dinas

Avatar photo
16
×

Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Titiwangi – Trimomukti Dinilai Bermutu Rendah, Pemborong Dituding Abaikan Arahan Pengawas dan Konsultan Dinas

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang bersumber dari anggaran APBD TA 2022 telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 1.9079.788.311,42,- untuk Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Titiwangi – Trimomukti (029) Kecamatan Candipuro.

Berdasarkan hasil keputusan lelang, diketahui bahwa pekerjaan tersebut diatas dimenangkan oleh CV. Hang Tuah selaku pemborong pelaksana pekerjaan, dengan nomor kontrak 133/KTR/KONS-BM/DPUPR/LS/APBD/2022.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, selain diawasi oleh Pengawas dan Konsultan yang ditugaskan oleh Dinas PUPR Lampung Selatan, juga mendapatkan pengawasan dari masyarakat selaku penerima manfaat pembangunan.

Pekerjaan ruas jalan ini diduga dikerjakan asal-asalan oleh pihak rekanan, pasalnya material batu basecose yang berjenis batu type 3/5 dan 5/7 untuk hamparan pengecoran rabat beton tidak sesuai spesifikasi, batu basecose berwarna ungu yang seharusnya berwarna hitam dan juga batu masih kondisi berserakan dan seharusnya dipadatkan dulu, ini sudah langsung di cor.

Salah seorang Konsultan bernama Ega menyebutkan pihaknya telah memberikan arahan terhadap pemborong tentang penggunaan material dan tatacara pelaksanaan pekerjaan, namun mereka (pemborong) disinyalir tidak mengikuti arahan atau instruksi dari pihak kami sebagai konsultan dan dari pihak pengawas dinas PUPR.

“Mengenai batu basecose yang masih berserakan sudah dilakukan pengecoran dan tidak dipadatkan dulu, pasal nya instruksi dari pihak kami sebagai konsultan yg menginginkan pihak rekanan untuk memadatkan ulang bawah yang sudah rusak berceceran itu seharusnya di padatkan terlebih dahulu, tapi instruksi itu tidak dilaksanakan atau dilakukan oleh pihak CV. HANG TUAH yang malah langsung melakukan pengecoran rabat,”.ujarnya.

Selanjutnya Ega menambahkan bahwa pengecoran rabat beton ini yang sudah dikerjakan pihak rekanan sudah mencapai 95 meter, dengan lebar 4 meter dan tinggi 20 cm, rekonstruksi ini sebagian ada yang rabat beton dengan panjang 550 meter dan yang hot mix acwc sepanjang 800 meter, dengan total panjang paket jalan ini sepanjang 1.350 meter.

Ketua ormas GML Kecamatan Candipuro, Baryadi mengatakan kalau memang benar yang di sampaikan oleh rekan-rekan media tentang dugaan temuan tersebut kami ormas GML Candipuro akan memantau pekerjaan tersebut untuk mengumpulkan dokumen-dokumennya, sebagai bahan untuk laporan kepada aparat penegak hukum “,tegasnya. (Red/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *