LampungPemerintahanTulang Bawang

Kegiatan Dinas Ketahanan Pangan Tulang Bawang, Diduga Kuat Jadi Ajang Korupsi Secara Berjamaah

Avatar photo
30
×

Kegiatan Dinas Ketahanan Pangan Tulang Bawang, Diduga Kuat Jadi Ajang Korupsi Secara Berjamaah

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, TULANG BAWANG — Kegiatan DAK (dana alokasi khusus) tahun 2022 swakelola Tive 4 di lima titik (5) kampung masing- masing penerima bantuan yakni 1) kampung kecubung jaya 2) kecubung raya 3) suka makmur 4) sumber sari 5) batu ampar,melalui dinas ketahanan pangan di duga dikerjakan asal- asalan alias nyimpang dari persedur RAP. (07/10/22)

Menurut keterangan masyarakat yang enggan di tulis namanya memapar kan terhadap awak media, di masing masing kampung penerima bantuan tersebut ia menjelas kan ,” wah miris banget ya om, bangunan semegah ini kok besi tiang cor penyanggah nya kecil banget ya malah pakai besi 10 mm dan kayak nya ini juga persis besi 8 mm ya, apa ini yang sering di sebut orang besi banci, kenapa ngak pakai besi ukuran 12 mm ya, apa bisa bertahan lama bangunan ini, kata nya, nah, ini besi untuk kolong cincin nya juga bagai kan lidi sapu besar nya ya, ini kan besi ukuran 6 mm, bukanya pakai besi 8 mm, apa lagi di tambah jarak kolong cincin nya berpariasi, ada jarak nya yang 20 cm ada juga 24 cm ada juga yang 28 cm bahkan ada yang sampai 30 cm jarak nya, bagai mana bangunan ini bisa bertahan lama, kenapa besi cincin nya ngak pakai besi ukuran 8 mm dan untuk jarak kolong cincin ke kolong cincin, biasanya terkait bangunan sumber dana negara jarak kolong cincin nya kan 15 cm, benar – benar asalan bangunan ini, tegas nya.

Dari sisi lain ,di salah satu kampung yakni Gapoktan Ita kampung suka makmur kecamatan penawar aji saat di konfirmasi wartawan di rumah kediaman nya di dampingi suami nya tercinta menjelas kan, kalau pekerja semua nya dari desa ini saja pak kalau APD ( alat pelindung diri) memang ngak ada atau ngak pakai tukang nya karna mungkin ngak ada anggaran nya kalau mengacu ke besi tiang cor penyanggah kami di perintah Ondi selaku tekhnis bangunan gunakan besi 10 mm bukan besi 12 mm dan besi kolong cincin juga di perintah nya pakai besi 6 mm bukan besi 8 mm dan mengenai Harianto selaku kadis ketahanan pangan atau bos kami datang kok pada awal kegiatan mulai berjalan dan semua matrial yang di gunakan dia sudah mengetahui kok baik jenis- jenis besi yang di gunakan, ucap Ita gapoktan,l.

Lanjut nya, kalau bapak bertanya ada setoran ngak ke dinas terkait yakni ketahanan pangan, ya itu rahasia dong dan mengacu kepada tanah atau lahan bangunan di 3 (tiga) jenis kegiatan yakni lumbung pangan, RMU (rumah mesin…) dan penjemuran itu tadi nya si tanah kampung dan sudah di hibah kan ke Gapoktan pak, ada kok surat hibah nya, kalau bapak mau lihat surat hibah nya atau rap nya ya ngak boleh dong pak, ketus Ita.

Di tempat berbeda, saat Harianto selaku kadis dan Bunyamin selaku PPK DAK di ruangan berbeda menjelas kan, kalau saya si kurang paham meskipun saya kadis nya pak karna itu kan sudah ada yang membidangi hal itu masing masing kata Harianto kadis, yang lebih memahami adalah si Bunyamin diakan selaku PPK nya, besok kalian saya temukan dengan bunyamin, sambung harianto.

Di ruang berbeda, Bunyamin sebagai PPK ( pejabat pembuat komitmen) menjelaskan,” ya saya Bunyamin, benar saya selaku PPK kegiatannya, mengenai hal itu baik besi tiang penyanggah atau besi kolong cincin itu saya kurang jelas dan lupa pak harus pakai besi ukuran berapa, karna kami kan sudah punya tim tekhnis nya yang ahli yakni si Ondi dan si firdaus mereka yang lebih paham, ucap Bunyamin.

Di tempat berbeda, di hubungi menaratoday.com via vonsel firdaus menyatakan, oo ya saya firdaus dan ia membenar kan bahwa dirinya hanya selaku anggota tekhnis nya saja, atasan saya adalah si Ondi selaku petinggi tim tekhnis nya pak, hubungi dan temui dia saja karna dia yang lebih paham, ucap firdaus.

Terkait hal yang sama, di komfirmasi menaratoday via henpon Ondi yang di sebut petinggi tim tekhnis kegiatan menyatakan, oo ya betul saya Ondi benar saya selaku ketua tim tekhnis kegiatan tersebut ada apa ya, jawab nya,

Terkait kedalaman pondasi kalau ngak salah kedalaman nya 90 cm plus cor slup bawah, mengenai besi tulang tiang cor penyanggah kalau juga tidak salah pakai besi 10 mm dan besi kolong cincin kalau ngak besi 8 besi 6 mm, kalau mengacu ke jarak kolong cincin itu 20 cm pak, dan apa pak ngak jelas suara nya, ngak jelas lalu henpon di tutup nya dan di hubungi kembali Ondi pun bosan melayani hingga saat ini,

Bahkan lebih miris lagi, Gapoktan empat(4) kampung selain Ita kampung suka makmur sangat enggan dan terkesan menghindar untuk di temui, ada permainan apa sesungguh nya terkait kegiatan ini. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *