LampungMasyarakatMitra KPKNasional

Sekwan DPRD Provinsi Lampung Benarkan Adanya Dugaan Masalah Kredit Siger Dewan

Avatar photo
17
×

Sekwan DPRD Provinsi Lampung Benarkan Adanya Dugaan Masalah Kredit Siger Dewan

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG — Pemberian program Kredit Siger Dewan yang diperuntukkan kepada Anggota DPRD Provinsi Lampung melalui salah satu Bank ber-plat merah dengan nilai Rp.428 Miliar lebih diduga mengalami masalah dan diduga belum selesai hingga kini, Jum’at (21/10/22).

Permasalahan tersebut diantaranya yakni, pertama terdapat lima debitur yang tercatat dalam daftar kredit macet SLIK diberikan persetujuan kredit baru SLIK adalah sistem informasi terpadu yang dikelola oleh OJK yang memberikan layanan informasi terkait kondisi fasilitas kredit.

Sekretaris Dewan Tina Malinda,S.Sos.,MM membenarkan adanya anggota DPRD Provinsi Lampung yang mengalami masalah dan telah mengundurkan diri saat dihubungi awak media melalui aplikasi WhatsApp.

“Menurut Bendahara, itu anggota yang kemarin mengundurkan diri, kan bendahara tdk bs memberikan setoran krn gajinya sdh d stop.. kl anggt yg msh aktif tdk ada masalah..”tulisnya. (17/10/22).

Sekwan DPRD Provinsi Lampung menyampaikan anggota DPRD yang aktif tidak ada yang bermasalah dan pihaknya telah melakukan pemberitahuan pada anggota DPRD yang menunggak program Kredit Siger Dewan.

“Kan yang nunggak yang kemaren mengundurkan diri karena mencalonkan diri, yang anggota aktip tidak ada” pungkasnya.

Diketahui, Program Kredit Siger Dewan merupakan fasilitas kredit kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, Kabupaten atau Kota.

Data SLIK membantu bank dalam meminimalisir resiko kredit berdasarkan riwayat kredit calon debitur. Hal ini akan mempercepat dan mempermudah dalam pengambilan keputusan pemberian kredit.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap dokumen kredit secara uji petik diketahui terdapat beberapa debitur yang masih tercatat dalam daftar kredit macet SLIK pada saat proses pengajuan kredit namun kredit tetap disetujui.

Sumber berita juga menjelaskan, debitur atas nama (BMR) dan (OF) mengalami kredit macet (kolektibilitas 5) pada Bank lokal pemerintah tersebut dan pelunasan atas kredit tersebut menggunakan dana pencairan Kredit Siger Dewan.

Data SLIK, berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa karacter calon debitur kurang baik dan sesuai kebijakan perkreditan Bank merupakan kategori pemberian kredit yang dihindari.

Berdasarkan hasil audit lanjutan pihak BPK-RI menunjukkan bahwa kualitas kredit lima debitur tersebut Per tanggal 30 Juni 2021 adalah macet (kolektibilitas 5).

Berdasarkan data dan sumber berita yang patut dipercayai menjelaskan, Pengelolaan Kredit Siger Dewan diduga tidak memenuhi prinsip kehati-hatian Kredit Siger Dewan merupakan salah satu produk kredit Bank yang dikhususkan bagi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung.

Namun sangat disayangkan jumlah penyaluran kredit Siger Dewan pada

Bank daerah tersebut per tanggal 30 Juni 2021, sejumlah Rp.428.617.000.000,- dengan baki debet sebesar Rp.280.062.736.975,19. lagi-lagi diduga kuat menyalahi aturan.

Berdasarkan data yang diperoleh juga hasil pemeriksaan secara uji petik oleh pihak BPK-RI, terhadap dokumen kredit Siger Dewan menunjukkan terdapat berbagai macam persoalan.

Berdasarkan hasil audit lanjutan pihak BPK-RI menunjukkan bahwa kualitas kredit lima debitur tersebut Per tanggal 30 Juni 2021 adalah macet (kolektibilitas 5).

Sementara, meaki awak media telah berusaha menghubungi, sejak berita ini diturunkan belum ada konfirmasi maupun klarifikasi dari pihak Bank tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *