Lampung Tengah

Pemkab Lampung Tengah Dukung ILS, Ardito : Kami Yakin Terselesaikan

Avatar photo
11
×

Pemkab Lampung Tengah Dukung ILS, Ardito : Kami Yakin Terselesaikan

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG TENGAH — Cegah angka penderita penyakit menular, khususnya Tuberkulosis atau TB. Pemkab Lamteng (Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah) siap mendukung gerakan dan program ILS (Inisiatif Lampung Sehat).

Pemantapan langkah tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Lamteng dr. Ardito Wijaya saat mengahdiri konfrensi Pers pernyataan bersama upaya kolaborasi penanggulangan Tuberkulosis di Kabupaten Lampung Tengah di cafe moonbe, Bandar Jaya, Jumat (30/12/2022).

“Kami, Pemerintah daerah siap mendukung dan mensukseskan program ini demi kesehatan masyarakat,” ujar Wakil Bupati.

Menurut dr. Ardito Wijaya, bersama Bapak Bupati Lampung Tengah H. Musa Ahmad. Pihaknya akan terus bergerak dan memaksimalkan semua yang ada demi kesuksesan dan tercapainya Eliminasi Tuberkulosis di Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2030 mendatang.

“Dengan telah hadirnya ILS, kami yakin program tersebut dapat dengan cepat terselesaikan bersamaan akan gencarnya screening yang dilakukan oleh teman-teman ILS dilapangan dengan cara ‘door to door’ langsung kepada masyarakat,” tegas dr. Ardito Wijaya.

Inisiatif Lampung Sehat sendiri merupakan suatu komunitas yang fokus untuk membantu pencegahan dan pengendalian angka penderita penyakit menular, khususnya Tuberkulosis atau TB.

Suroto, S.Pd.,Gr, selaku program officer ILS Lampung Tengah mengatakan, sampai saat ini Timnya telah melakukan screening sebanyak kurang lebih sebanyak 5000 rumah tangga di Lampung Tengah.

“Kami terus melakukan sosialisasi ditengah masyarakat. Mulai dari pengajian, arisan, dan rumah tangga,” ungkap Suroto.

Dari hasil screening sepanjang tahun 2022, ILS Lamteng mencatat terdapat sebanyak 543 penderita TB. dan rata-rata dari penderita TB tersebut sudah memasuki fase yang cukup parah.

karena, Menurut pantauan ILS dilapangan sampai saat ini ketika mengalami batuk, Masyarakat masih menganggap hal tersebut merupakan penyakit biasa, dengan hanya meminum obat-obatan yang dibeli dari warung masyarakat sudah meras cukup.

Namun, ketika sudah masuk ke fase parah seperti mengalami sakit dan penurunan berat badan barulah masyarakat melakukan pengecekan ke Rumah Sakit ataupun Puskesmas terdekat.

“Dengan cepat dan begitu mudahnya akan menularnya penyakit ini, kita harus sadar akan bahayanya penyakit Tuberkulosis atau TB,” beber Suroto.

Menyikapi permasalahan tersebut, ILS menghimbau masyarakat untuk dapat segera menguhubungi kader ataupun anggota ILS yang berada dilapangan agar dapat segera dilakukan pengecekan dan tindakan pencegahan di rumah penderita TB secara langsung.

“Kami bersama seluruh kader ILS siap menjemput untuk mengantarkan ke Puskesmas terdekat ataupun memberikan pot dahak apabila situasi sudah mendesak,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *