Kota MetroLampung

Pemilik Media Online TintaInformasi.com Amuri/ St. Raja Media Gelar Proses “Ngunduh Mantu”

Avatar photo
36
×

Pemilik Media Online TintaInformasi.com Amuri/ St. Raja Media Gelar Proses “Ngunduh Mantu”

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, KOTA METRO — Pemilik media online Tintainformasi Amuri bergelar Sutan Raja Medya melaksanakan acara “Ngunduh Mantu” atau prosesi menjemput calon istri dari Rico Nando Prayoga S.A.P, Cella Varindra Amd.Keb putri Suaidi (Alm) di kediamannya, Jalan 21 Letjend Basuki Rahmat No. 2 Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Minggu, 22 Januari 2023.

Dalam rangkaian acara adat ngunduh mantu ini, Keluarga besar calon mempelai pria Rico Nando Prayoga berangkat dari kediamannya yang beralamat di Jati Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan sekira pukul 9.00 WIB. Dan sampai di kediaman calon mempelai wanita sekitar pukul 10.30 WIB.

Sesampainya di lokasi, keluarga Besar Suaidi (Alm) atau calon pengantin wanita Cella Varindra melakukan penyambutan calon besan dengan menggunakan adat Lampung. Diketahui acara ini dilakukan sehari jelang prosesi ijab kabul di kediaman calon mempelai pria di Jati Mulyo besok, Senin 23 Januari 2023. Sementara, acara resepsi pernikahan direncanakan 12 Februari 2023 mendatang.

Adapun rangkaian ngunduh mantu tersebut, antara lain, penampilan tarian adat Singgeh Pengunten, penyematan simbolis tanda kasih dari calon mertua, Mosok (tradisi suapan) dan pemberian gelar adat. Terakhir acar inti atau memboyong calon pengantin wanita ke kediaman calon mempelai pria.

Di awal acara, keluarga besar pasangan calon pengantin dan tamu undangan menyaksikan penampilan tarian Singgeh Pengunten dari SD Negeri 09 Metro Pusat. Dilanjutkan penyerahan tanda simbolis, berupa penyematan cincin kepada kedua calon pasangan pengantin.

Kemudian dilanjutkan tradisi Mosok dan pemberian Gelagh Amai Inai kepada Rico yang mulai saat ini resmi bergelar Rajo Mangku. “Mulai sekarang ananda kami Rico (Pengantin pria, red) resmi bergelar Rajo Mangku jika dipanggil adek-adeknya. kalau dari kelamo, Batin Suryo. Sobli panggilan dari orang tua,” Kata pemandu tradisi mosok dan pemberian gelar, Karmila.

Perlu diketahui, Mosok merupakan tradisi suapan asal Lampung, di mana pemberian suapan dilakukan sebagai penyampaian kasih sayang keluarga, terutama ibu kepada anaknya.

Dalam tradisi Mosok, pengantin mendapat suapan dari orang tua kedua mempelai, kelamou, istri dari saudara laki-laki bapak yang lebih tua dan mirul (saudara perempuan dari bapak). Sedangkan bahan-bahan untuk mosok tersebut, antara lain nasi, ketan, telur ayam rebus, gula kelapa serta kopi manis dan pahit.

Dikatakan, makna nasi adalah makanan pokok semua orang yang mengenyangkan dan sumber energy dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Ketan merupakan

merupakan lambang dari ikatan persatuan antara dua keluarga besar mempelai.

Kemudian, telur ayam rebus bermakna jika telur ini direbus maka warna putih dan kuning dapat menyatu membentuk satu kesatuan, di mana hal ini merupakan lambang kehidupan yang harmonis dan penuh kasih sayang.

Gula kelapa bermakna harapannya agar rumah tangga kedua mempelai semanis gula kelapa dan melambangkan persatuan dua insan yang tidak terpisahkan lagi.

Kopi pahit dan manis, disuapai terlebih dahulu kopi pahit baru kopi manis. Artinya kehidupan tidak selamanya manis, ada kalanya pahit sehingga apapun rasanya di rumah tangga harus tetap dijalani bersama-sama.

Setelah acara ngunduh mantu sukses digelar, selanjutnya pengantin wanita Cella Putri dari Suaidi (Alm) dan Indrawati S.Pd diboyong ke rumah calon pengantin pria Rico putra Amuri dan Andriyati di Jati Mulyo untuk prosesi ijab Kabul besok. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *