Lampung Tengah

Usai Diterjang Puting Beliung,TNI-Polri Dan Warga Di Lampung Tengah Gotong Royong Bantu Korban Terdampak

Avatar photo
49
×

Usai Diterjang Puting Beliung,TNI-Polri Dan Warga Di Lampung Tengah Gotong Royong Bantu Korban Terdampak

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG TENGAH — Wujud sinergitas, TNI-Polri Polres Lampung Tengah dan Polsek jajaran, Polda Lampung bersama warga bergotong royong membersihkan puing-puing rumah yang roboh akibat diterjang angin puting beliung, pada Sabtu malam (27/5/23).

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas AKP Sayidina Ali mengatakan, ada 3 kecamatan yang diterjang angin puting beliung pada Sabtu malam kemarin yaitu Kecamatan Kota Gajah, Punggur dan Trimurjo Kab. Lampung Tengah.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa akibat musibah ini, namun ratusan rumah warga di 3 Kecamatan tersebut mengalami kerusakan,” kata Kasi Humas saat di konfirmasi. Senin (29/5/23).

Personil melalui para Bhabinkamtibmas di masing-masing wilayah kata AKP Sayidina Ali, telah diturunkan untuk membantu warga terdampak seperti membenahi rumah yang rusak dan menyingkirkan pohon yang tumbang menghalangi jalan.

“Bersama warga dan Bhabinsa dari Koramil setempat, kami bahu membahu untuk membersihkan puing-puing rumah yang roboh serta menyingkirkan pohon yang tumbang akibat diterjang angin puting beliung,” tambahnya.

Kasi Humas mengatakan, sampai hari ini, diketahui ada 3 Kampung di Kecamatan Kotagajah yang mengalami kerusakan paling parah yaitu di Kampung Nambah Rejo.

Sementara untuk di wilayah lain yang terdampak Angin Puting Beliung, kodisinya rusak sedang dan ringan saja.

“Kalau kerusakan memang kategori sedang saja, petugas bersama masyarakat juga sudah gotong royong memperbaiki rumah warga yang rusak. Itu rata rata atap asbes yang terangkat, genteng pada jatuh namun tidak begitu parah,” ungkapnya.

Kasi Humas mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di lokasi rawan bencana alam agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim, guna mencegah risiko adanya korban jiwa maupun kerusakan materil yang cukup besar,” demikian pungkasnya. (Trimo Riadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *