LampungLampung Selatan

Terkait Dugaan Pencemaran Aliran Sungai Way Curup, Bila Terbukti DPRD Bakal Memberikan Sanksi Tegas 

Avatar photo
41
×

Terkait Dugaan Pencemaran Aliran Sungai Way Curup, Bila Terbukti DPRD Bakal Memberikan Sanksi Tegas 

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN — Adanya keluhan dugaan pencemaran air di Way Curup Desa Bandar Dalam Kecamatan Sidomulyo oleh PT Indonesia Evergreen Agriculture (IEA) Lampung Selatan, DPRD Lamsel bakal berikan saknsi tegas perusahaan.

Betapa tidak, dalam waktu dekat pihak legislatif akan turun langsung dan memanggil pihak perusahaan dan OPD terkait untuk dilakukan rapat dengan pendapat (Hearing). Hal ini berkaitan dampak dan perizinan salah satunya izin ingkungan terhadap perusahaan diwilayah dapilnya.

“Secepatnya kami turun kelokasi, kita akan panggil pihak perusahaan dan DLH agar untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat,” tegas Wakil Ketua I DPRD Lamsel Agus Sartono kepada media, Selasa (30/5/2023).

Politis Partai Amanat Nasional ini meminta pihak perusahaan wajib memperhatikan lingkungan sekitar jangan sampai mereka yang mendapatkan hasil, sedangkan masyarakat mendapatkan dampaknya.

“Setiap perusahaan didaerah itu harus sekstra perhatikan lingkungannya, jangan sampai ada persoalan dimasyarakat namun pihak peruahaan tidak tanggap apalagi mengabaikan keluhaan warga akibat dampak perusahaan,” tegas politisi PAN Dapil Sidomulyo, Waypanji dan Palas ini.

Anggota DPRD Lamsel Dapil 3 ini menegaskan, pihaknya bakal meminta Pemkab Lamsel menindak tegas jika perusahaan tidak tanggap terhadap keluahan masyarakat, sebab sebelum perushaan berdiri mereka meminta ijin persetujuan masyarakat sekitar.

“Akan kami tindak, kami berikan rekomendasi kepihak eksekutif agar ditinjau kemlali perusahaan yang menyebabkan lingkungan tidak baik, apalagi untuk kesehatan masyarakat,” tutup pria asal Kecamatan Sidomulyo ini.

Sebelumnya diberitakan, Diduga limbah PT. Indonesia Evergreen Agriculture (IEA) cemari sungai way Curup di Desa Bandar Dalam Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan.

Akibatnya, sejumlah masyrakat mengeluhkan kondisi air tercemar dan bau, sehingga warga rnggan menggunakan air yang telah berubah akibat limbah perusahaan yang keluar mebgalir kealiran sungai di Way Curup.

Nampak terlihat limbah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan pakan itu mengalir dari hulu kehilir sampai ke Waycurup RT 02 Dusun Bandar Dalam. Sebelumnya air sungai dapat digunakan oleh masyarakat sekitar way curup.

Menurut salah seroang warga sekita, Yanto mengungkapkan sejak berdirinya perusahaan, kondisi sungai Way Curup bau busuk yang diduga tercemar limbah PT.Indonesia Evergreen.

“Kondisi sungai tercemar sudah hampir 3 tahun, bila dipakai mandi badan gatal-gatal. Inikan sungai sumber kehidupan masyarakat,masih dikonsumsi (Diminum) digunakan untuk mandi, mencuci sebagai kebutuhan sehari-hari.dan sekarang tercemar,” ujar Yanto salah seorang warga setempat, (17/05/2023).

Dia mengatakan, sejak berdirinya perusahaan pihaknya tidak pernah mengetahui tetkait ijin lingkungan, sebab dirinya tidak pernah menandatangani jika ada ijin lingkungan warga sekitar.

“Warga dusun RT 04 tidak pernah bertanda tangan, jangankan mau ngasih konfensasi, perusahaan kenal juga tidak dengan masyarakat, enggak tau kalau lurah Suyadi ada didalamnya apa enggak. Enggak tau saya, kurang paham yang jelas warga tidak pernah dilibatkan soal ijin lingkungan,” jelasnya.

Kemudian kata dia, pada waktu itu pernah ada yang mendatangi warga, tapi pihaknya tidak mengetahui dari mana, apakah dari pihak perusahaan atau dari pihak dinas.

“Saya tidak bertemu, namun katanya oang tersebut sampai ngambil simple air sungai kemudian katanya mau mau memfasilitasi dan berjanji mau memberi bantuan sumur bor tapi bohong,” akunya.

Lanjut dia, dirinya bersama warganya tidak takut apabila nanti sampai dipanggil perusahaan, siap mau sampai kemana, jangankan dipanggil perusahaan, dipanggil kedinas mana pun siap.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari piihak perusahaan, Bahkan pada waktu itu dihubungi via telfon salah satu petinggi pihak perusahaan lagi-lagi enggan memberikan keterangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *