Lampung Tengah

Pasword Baru… Benarkah Ketua PKB Berhutang Kepada Orang Tua Prasetio ?

Avatar photo
23
×

Pasword Baru… Benarkah Ketua PKB Berhutang Kepada Orang Tua Prasetio ?

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG TENGAH — Menguak dugaan baru, terkait polemik no urut Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Prasetio dari Dapil V, ada babak baru.

Dengan berhembusnya kabar baru, perseteruan antara Ketua Dewan Syuro, Slamet Anwar dengan Ketua Dewan Pimpinan Cabang, (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa, (PKB) Lampung Tengah, Ardito Wijaya tidak berkesudahan.

Diketahui pemberian nomor urut 1 kepada Bacaleg atas nama Prasetio di Dapil V, karena diduga Ketua DPC PKB Lamteng itu tersangkut hutang piutang dengan orang tua Bacaleg yang diketahui memiliki usaha bakso terkenal diwilayah Lamteng, Bakso Tenes Club, (BTC).

Dari informasi narasumber yang tidak ingin di publis namanya, kepada media menyebut bahwa, Ketua DPC PKB yang juga sebagai Wabup Lamteng, Ardito Wijaya tersangkut hutang piutang dengan orang tua Prasetio.

“lnfo nya sich mas Dito itu punya hutang dengan orang tua Prasetio, makanya wajar kalau Tio dapat nomor urut 1 itu, tukar gulinglah bahasanya. Tapi kalau berapa jumlahnya, saya kurang tahu pasti,” ujar sumber, Rabu (7/6).

Pihak media mencoba mengklarifikasikan terkait hal tersebut dengan Ketua DPC PKB Lamteng, Ardito Wijaya melalui pesan WhatsApp, yang bersangkutan tampak enggan memberikan komentar, atau membalas pesan tersebut.

Biasanya, yang bersangkutan selalu membalas atau merespon baik pesan WhatsApp maupun panggilan telepon kepada dirinya terkait konfirmasi maupun klarifikasi terkait berita sebelumnya.

Sementara hasil klarifikasi dengan Ketua Dewan Syuro PKB Lamteng, Slamet Anwar yang menyebut bahwa dirinya belum mengetahui terkait isu atau dugaan adanya sangkut paut hutang piutang Ketua DPC PKB dengan orang tua Bacaleg itu.

“Waduh kalau masalah itu, aku nggak tau lo mas. Aku nggak mau berandai-andai, nanti saya coba cari informasi,”singkat Slamet.(iswan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *