LampungPesisir Barat

Penggunaan Anggaran Event WSL 5000 Krui Pro di Manipulasi ?, Diduga Adanya Kongkalikong Pemda Pesibar dengan PSOI Pusat

Avatar photo
67
×

Penggunaan Anggaran Event WSL 5000 Krui Pro di Manipulasi ?, Diduga Adanya Kongkalikong Pemda Pesibar dengan PSOI Pusat

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG – Event WSL Krui Pro tahun 2023 Kabupaten Pesisir Barat yang digelar sejak tanggal 12 hingga 18 Juni 2023 menuai kritik oleh berbagai elemen masyarakat di Kabupaten setempat.

Betapa tidak, dengan kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Pesisir barat di tahun 2023 yang terbilang divisit. Namun, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) masih bisa melaksanakan kegiatan ajang Internasional dengan menggunakan APBD Kabupaten Pesisir barat sebesar Rp. 5 Milyar rupiah.

Event WSL Krui Pro sudah menjadi kegiatan rutin tahunan oleh Pemkab Pesisir Barat selalu melibatkan pearta dari berbagai Negara Manca Negara. Kegiatan tersebut setiap tahunnya juga selalu melibatkan pihak ketiga (PSOI) Pusat sebagai pelaksana Event yang bergengsi ini. Terlihat, Kabupaten Pesisir Barat khususnya Provinsi Lampung belum mampu untuk melaksanakan Event WSL Krui Pro yang sangat bergengsi ini.

Mirisnya, Event bergengsi yang menghabiskan Dana APBD Kabupaten Pesisir Barat hingga Rp. 5 Mulyar ini menjadi banyak pertanyaan tokoh adat dan tokoh masyarakat Kabupaten setempat.

Berbagai Elemen masyarakat Pesisir barat mempertanyakan apa tujuan terselenggaranya Event Krui tersebut, apa sisi manfaatnya untuk Kabupaten Pesisir barat terutama apa dampak atau keuntungan nya bagi masyarakat UMKM sekitar khususnya masyarakat UMKM Kabupaten Pesisir Barat dengan mendatang kan Peserta dari berbagai manca Negara.

” Jujur kami selaku tokoh Adat dan tokoh Masyarakat di Kabupaten Pesisir barat ini tidak pernah dilibatkan oleh Pemerintah daerah untuk Kegiatan Event selama ini. Kami hanya diminta untuk mendukung kegiatan ini dan hanya sebagai penonton, ” Ungkap salah satu tokoh Adat Kabupaten Pesisir barat yang enggan disebutkan namanya pada Kamis 15/6) 2023.

Menurutnya, kegiatan Event ini sudah terlaksana hingga 5 kali disetiap tahunnya menggunakan Dana APBD Kabupaten Pesisir barat hingga milyaran rupiah itu menjadi pertanyaan dikarenakan tidak ada peningkatan perekonomian masyarakat selama Lima kali dilaksanakannya Event Krui Pro tersebut.

“Coba dilihat, sebelum adanya Event ini hingga dilaksanakannya Lima kali Event ini, perekonomian masyarakat masih seperti biasa, tidak ada peningkatan aktivitas yang signifikan. Hanya Hotel Hotel dan penginapan saja yang terlihat pengembangannya, ” Bebernya.

“Sebelumnya sudah Empat kali Event ini terlaksana, hanya pengusaha hotel yang mendapat manfaat dari Event ini. Dan baru Event yang ke Lima ini pelaksana menggandeng Masyarakat UMKM di Kabupaten ini, “Imbuhnya.

Dilanjutkannya, dirinya dan masyarakat setempat pun mempertanyakan bahwa kegiatan Event ini menggunakan Anggaran APBD Kabupaten Pesisir barat tapi selalu menggunakan pihak ketiga di luar Kabupaten Pasisir Barat.

“Saya pernah dengar kata nya Pemkab bekerja sama atau sudah kontrak dengan PSOI pusat. Event ini kan menggunakan APBD Pesisir Barat, apakah itu boleh, ” Tuturnya.

“Katanya PSOI itu pihak ke-3 yang sudah di kontrak oleh Pmda Pesisir barat untuk pertanggungjawaban terselenggaranya event ini lalu kenapa Pemda Masih memakai Liaison Officer (LO) untuk Nara pendamping. Lalu apa yang dikerjakan oleh PSOI. Padahal, Anggaran yang diberikan oleh Pemda kepada PSOI Pusat sebesar Rp. 5 Milyar, ” Sambungnya.

Selain itu, dalam Event ini Pemda masih menganggarkan untuk petugas yang menjadi Liason Officer (LO) sebagai Nara pendamping untuk mengurus peserta dalam Event ini. Seperti mengantar peserta lomba untuk makanan serimoni hingga ke penginapan.

“Nah bukan kah sangat fantastik, Pemda Kabupaten Pesisir Barat ini menghambur-hamburkan uang yang kita semua belum tahu manfaat dan kejelasannya dari kegiatan Event ini. Kalau tidak salah, saat ini Kabupaten Pesisir Barat sedang mengalami Devisit keuangan hingga Rp. 170 Milliar, ” Tegasnya.

Terselenggaranya event WSL Krui Lampung 2023 ini diduga penuh kejanggalan tapi kita bisa berbuat apa selain jadi penonton dan pendengar yang baik,” Pungkaanya.

Sementara, Plt Sekdakab Kabupaten Pesisir barat Jon Edwar saat dikonfirmasi oleh awak media ini melalui telepon WhatsApp nya menjelaskan, Sabtu (17/6/23).

“Yang pertama perlu saya sampaikan bahwa Kabupaten Pesisir barat Lampung ini mempunyai Potensi ombaknya yang sangat indah. Tentu ini adalah salah satu potensi yang harus kami sampaikan kepada dunia Dalam rangka kami mengajak dunia itu untuk membangun Kabupaten Pesisir barat hingga kami melibatkan 294 peserta dari berbagai negara, “ujar Jon Edwar Sabtu 16/6/2023.

“Nah jadi artinya jika bicara dampak langsung untuk masyarakat per-orangan ya jelas tidak kita bisa rasakan, kan kita bisa lihat di pesisir barat ini hotel, cottage, Kuliner kami ini kan harus bisa dikatakan sebagai dampak dari kemajuan itu, ” Tegasnya

“Kalo bicara anggaran APBD Kabupaten Pesisir barat Rp 5 Miliar yang di serah kan ke PSOI selaku lembaga atau cabang olahraga yang mengurus event WSL Krui Pro QS-5000 itu betul, ya Rp. 5 Miliar ini khusus untuk PSOI, ” Imbuhnya.

Jon Edwar beralasan pihaknya melibatkan PSOI pusat karena cuma PSOi Pusat yang memang sudah terbiasa melaksanakan kegiatan surfing ,bukan hanya di Kabupaten Pesisir Barat saja, mereka (PSOI Pusat) sudah melaksanakan kegiatan ini diberbagai Dunia.

“Jadi kalo bicara ada kah keterlibatan pihak ke-3 ya ada, itu PSOi Pusat yang kami kontrak yang dilaksanakan oleh Pemda ini adalah acara Pembukaan hingga penutupan, tadi yang dimaksud dengan Liaison Officer (Nara pendamping) atau LO mereka semua ini adalah kepala -Kepala Dinas dan tidak ada mereka yang dibayar, “bebernya.

“Untuk sponsor dari PLN, Telkom dan Pertamina itu betul, karna jika kami tidak dibantu oleh sponsor -sponsor itu anggaran kami yang senilai Rp. 5 Miliar itu ya jelas tidak cukup, “terusnya.

Saat disinggung soal Event ini yang menggunakan anggaran APBD Kabupaten Pesisir barat itu tidak dilelang. Jon Edwar menegaskan.

“Itu PSOi pihak ke 3 kenapa kita menggunakan mereka karena kita anggap mereka yang sudah spesialis dan berhak untuk melaksanakan nya ya makanya ada MOU Antara Pmda dan PSOI, ” Tutupnya.

Kemudian salah satu pengurus PSOI Pusat yang mengurus perlombaan Event WSL Pro Krui, Anggi mengatakan, PSOI pusat dalam mengurus kegiatan Event tersebut hanya menerima Dana APBD Kabupaten Pesisir Barat sebesar Rp. 3,1 Milliar.

“Anggaran APBD Kabupaten Pesisir barat yang diberikan kepada PSOi untuk acara perlombaan Event WSL Krui Pro QS-5000 ini adalah sebesar Rp , 3,1 miliar, ” Ujarnya.

Namun sayangnya saat ditanya Anggaran Rp. 3,1 yang diterima dari APBD Kabupaten Pesisir Barat digunakan untuk kegiatan apa saja dalam Event Krui Pro ini. Anggi tidak bisa menjelaskan bahkan Anggi balik bertanya Kapasitas Wartawan yang mengkonfirmasi persoalan ini sehingga diduga Panitia Pelaksana (PSOI) tidak terbuka untuk Publik.

“Saya harus tau dulu apa kapasitas mbak untuk mempertanyakan hal tersebut, ” Pungkas Anggi.

Diketahui bila melihat apa yang diketahui Anggaran kegiatan Event untuk Pelaksana (PSOI Pusat) sebesar Rp. 5 M namun jawaban pengurus PSOI hanya menerima Anggaran APBD dari Pemkab Pesisir Barat sebesar Rp. 3,1 M, patut dipertanyakan dan diduga kegiatan Event ini selain untuk memperkenalkan Pariwisata Ombak Kabupaten Pesisir Barat kepada Dunia. Event ini juga diduga menjadi alat Kongkalikong antara Panita Pelaksana dan PSOI. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *