Lampung Tengah

Tiga Anak Punk Pelaku Pengroyokan Berhasil Diamankan Polsek Seputih Banyak

Avatar photo
19
×

Tiga Anak Punk Pelaku Pengroyokan Berhasil Diamankan Polsek Seputih Banyak

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG TENGAH –Tiga anak punk diamankan oleh Tim Tekab 308 Polsek Seputih Banyak, Polres Lampung Tengah, Polda Lampung, lantaran mengeroyok seorang warga karena buang air sembarangan di samping warung. Sabtu (8/7/23).

Ketiga anak punk dengan inisial AD (25), BL (26), FM (27) tersebut, mengeroyok Rediyanto (43) warga Kampung Sanggar Buana Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah karena tersinggung saat korban tidak menggubris saat diminta buang air di tempat yang benar, Jumat (7/7/23).

Atas kejadian itu, korban yang dikeroyok pun melaporkan ketiga pelaku ke Mapolsek Seputih Banyak, hingga akhirnya tiga anak punk berinisial AD warga Desa Titiwangi, Candi Puro, Lampung Selatan, BL warga Kampung Jati Datar, Bandar Mataram, Lampung Tengah dan FM warga Desa Braja Sakti, Way Jepara, Lampung Timur diamankan oleh petugas.

Kapolsek Seputih Banyak Iptu Chandra Dinata, S.H.,M.H mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, S.I.K., M.Si mengatakan, aksi pengeroyokan itu terjadi di tepi Jalan Lintas Timur Simpang Randu, Kampung Setia Bakti, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah.

“Saat berada di TKP, ketiga anak punk itu berada tak jauh dari korban, dan aksi pemukulan terjadi di pinggir jalan,” kata Kapolsek saat dikonfirmasi, Sabtu (8/7/23).

Kapolsek menjelaskan, mulanya Rediyanto mengendarai motor dari rumahnya di Kampung Sanggar Buana, Seputih Banyak hendak menuju ke rumah orang tua korban di Kampung Sidobinangun Kecamatan Way Seputih, sekira pukul 18.30 WIB.

Saat ditengah perjalanan, korban berhenti di pinggir Jalan Lintas Timur Simpang Randu untuk buang air.

Karena sudah tak tertahankan, akhirnya Rediyanto buang air disamping warung makan dekat perempatan Simpang Randu, Kampung Setia Bakti, Kecamatan Seputih banyak.

“Salah satu pelaku pada saat itu awalnya mendatangi korban karena buang air di pinggir jalan, bahkan tepat disamping warung,” ujarnya.

Ia mengatakan “Mas jangan kencing disini, ini warung makan, kalau mau kencing di mushola sana saja (sambil menunjuk ke arah mushola),” kata kapolsek menirukan ucapan pelaku kepada korban.

Namun lanjut Kapolsek, korban malah mengatakan kepada pelaku bahwa dirinya warga lokal (bukan pendatang) dan dia hanya mau buang air saja.

“Saya ini orang sini, saya kesini cuma mau kencing,” ujar Kapolsek menirukan jawaban korban kepada pelaku.

Akhirnya terjadi cekcok dan keduanya saling bersitegang, hingga dua rekan pelaku datang.

Kemudian salah satu pelaku mulai mendorong korban, dan disusul kedua temannya yang ikut mendorong dan memukul korban.

“Kepala korban dipukul satu kali dengan telapak tangan kanan, dan leher korban dikunci menggunakan lengan pelaku,” tambahnya.

Setelah itu, korban dipukul lagi sebanyak 3 kali ke arah kepala dan muka korban.

Hingga akhirnya ada warga yang datang untuk melerai dan melepaskan korban.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet dan memar dibagian wajah dan melaporkan ke Mapolsek Seputih Banyak.

Berbekal laporan korban, Polisi melakukan identifikasi para pelaku dan melakukan penangkapan.

“Kami terlebih dahulu menangkap salah satu pelaku yang berinisial BL saat berada di rumah kontrakan di Kampung Sidobinangun, Kecamatan Way Seputih sekira pukul 01.00 WIB,” tegasnya.

Kemudian dari hasil pengembangan BL kata Kapolsek, 2 orang pelaku lainnya berhasil diamankan,” ungkapnya.

Kini, ketiga pelaku telah diamankan di Polsek Seputih Banyak untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

“Para pelaku disangkakan Tindak Pidana Pengeroyokan, sebagaimana di maksud dalam Pasal 170 KUHPidana,” pungkasnya.

(Trimo Riadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *