Kota Metro

Proyek Rigid Beton Dinas PUPR Kota Metro Terkesan Terbengkalai

Avatar photo
54
×

Proyek Rigid Beton Dinas PUPR Kota Metro Terkesan Terbengkalai

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, METRO – Proyek pembangunan rigid beton dari dinas PUPR Kota Metro di Jalan Sultan Sahrir, Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, terkesan terbengkalai lebih.dari dua Minggu Rabu (11/10/2023)

Diduga terhentinya pengerjaan proyek rigid beton yang berada tepatnya didepan Indometro Tejoagung , dibawah tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro itu lantaran dana pembangunan tidak cukup untuk melanjutkan pekerjaan.

Untuk lebih jelasnya tentang berita pembangunan rigid beton yang masih simpang siur, Awak media Tintainformasi.com menemui Kadis PUPR untuk konfirmasi.

Menurut pak Kadis PUPR, Robby Kurniawan Pekerjaan rigid beton betul milik PUPR kota metro yang di Tenderkan lewat lelang terbuka dan pemenangnya yang mengerjakan

“Pekerjaan masih dalam jangka waktu yang ditentukan dalam tender dan masih ada sisa waktu”

Ketika dipertanyakan Tetang kualitas rigid beton oleh media dan adanya info penawaran lelang tender sampai 30-33% dari nilai paket.

” Saya akan mengintruksikan ke bawahan saya kalaupun kualitas dan kuantitas rigid betonnya tidak sesuai dengan standar mutu maka dana nya jangan dicairkan karna nantinya juga akan berimbas ke Dinas. Mengenai penawaran lelang sampai 30-35% itu sangat berisiko atas pekerjaannya apalagi masih akan dipotong pajak” jelasnya.

Dilain pihak ketika awak media mencoba konfirmasi ke rekanan atau pekerja dilokasi tapi tidak aktifitas pembangunan rigid beton tersebut .

Salah satu warga yang berdagang dilokasi menyatakan (tidak mau disebutkan namanya)

kalau sudah lebih dua (2) Minggu pengerjaan terhenti penyebabnya saya pun tidak tau yang jelas debu jalan sangat menganggu apalagi ini musim kemarau.

” Toko sebelah juga tutup karena debu kan jualan dan tertutup akses jalan ke toko, dan saya liat juga ada retakan di corannya, mungkin Karena kurang siram, namanya juga kemarau susah air” ungkapnya,

Mereka juga menyayangkan proyek pekerjaan Jalan Sultan Sahrir yang telah memakan waktu dua bulan tak kunjung usai karena debu yang ditimbulkan sangat menggangu dan dikhawatirkan mengancam kesehatan warga maupun pengguna jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *