Lampung Tengah

Dugaan Korban Malapraktek di RSIA Restu Bunda Kini Bertambah, Bekas Sayatan Operasi Sesar Susi Mengeluarkan Nanah

Avatar photo
114
×

Dugaan Korban Malapraktek di RSIA Restu Bunda Kini Bertambah, Bekas Sayatan Operasi Sesar Susi Mengeluarkan Nanah

Sebarkan artikel ini

 

TINTAINFORMASI.COM, BANDAR LAMPUNG — Sepertinya masih segar dalam ingatan pembaca, pasien Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Restu Bunda, Siska Adelina Astuti dalam persalinannya harus menjalani operasi sesar dan pelaksanaan operasi berlangsung pada hari Minggu 8 Oktober 2023, keluarga berharap perjalanan operasi ini akan berjalan dengan aman dan sukses, Siska dan bayinya dalam kondisi sehat wal afiat.

Tiga hari setelah menjalani operasi sesar, luka bekas sayatan operasi Siska mengeluarkan darah kembali, mendapati kejadian demikian keluarga langsung membawa Siska kembali ke RSIA Restu Bunda dengan harapan untuk segera diberikan pertolongan medis, namun ternyata Rumah Sakit tersebut tidak memiliki kelengkapan peralatan untuk menangani Siska dan pasien diberikan rujukan ke RS Graha Husada.

Suami Siska, Dedi mengungkapkan tentang rasa kekecewaannya terhadap pelayanan yang diberikan oleh RSIA Restu Bunda, rasa cemasnya kian bertambah karena luka sayatan operasi istrinya tidak henti-hentinya mengeluarkan darah, tekanan darah Siska mencapai level paling berbahaya (5HB).

Alhamdulillah, setelah mendapatkan pelayanan medis dari RS Graha Husada, kondisi kesehatan Siska Adelina Astuti semakin membaik dan darah tidak lagi mengalir dari bekas luka sayatan operasi yang dilakukan oleh tim dokter RSIA Restu Bunda.

Hal serupa juga dialami oleh pasien bernama Susi (23) warga Desa Sukaraja Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran. Susi ini juga dalam persalinan harus menjalani operasi sesar. Setelah lima hari kemudian ternyata luka sayatan bekas operasi Susi mengeluarkan darah dan nanah.

Suami Susi, Sabda Aji juga menyatakan rasa kecewa yang mendalam atas pelayanan yang diberikan oleh Tim dokter RSIA Restu Bunda yang menangani persalinan istrinya. Rasa bahagia atas persalinan istrinya sekarang sirna dengan rasa penyesalan.

“Kapok masuk RSIA Restu Bunda, masih banyak Rumah Sakit yang lain,” ucap Sabda Aji.

Direktur RSIA Restu Bunda, dokter Reza dalam konfirmasinya menyanggah bahwa kesalahan-kesalahan atau kegagalan operasi tersebut adalah hasil kelalaian tim dokter RSIA Restu Bunda, pembengkakan dan pendarahan yang dialami oleh pasien pasca operasi ini diakibatkan karena pasien kekurangan nutrisi dan pasien melakukan gerakan-gerakan yang dapat memicu terjadinya pendarahan.

“Biasanya itu karena pasien kekurangan nutrisi. Sebelum pulang ke rumah, kita sarankan pasien untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung nutrisi seperti ikan, telur, dan ayam,” ungkap Reza, belum lama ini.
Selain itu, sambung dia, aktivitas fisik pasien juga mempengaruhi, seperti gerakan yang tiba-tiba, sehingga bisa menjadi faktor terjadinya pendarahan perut.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *