Bandar Lampung

JMSI Lampung Selesai Selenggarakan Pra UKW, HBM Berikan Motivasi Peserta Agar Jadi Wartawan Profesional

Avatar photo
58
×

JMSI Lampung Selesai Selenggarakan Pra UKW, HBM Berikan Motivasi Peserta Agar Jadi Wartawan Profesional

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, BANDAR LAMPUNG — Pada saat penutupan Pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Jaringan Media Siber (JMSI) Lampung, Herman Batin Mangku (HBM) memotivasi para peserta agar menjadi wartawan profesional. Dia juga memaparkan rasa syukurnya melihat capaian wadah organisasi ini.

Pengurus JMSI Pusat yang kini menggawangi Helo Indonesia ini menyampaikan hal itu sebelum menutup acara di Hotel Pop, Kelurahan Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, Kota Bandarlampung, Kamis (16/11/2023), pukul 22.00 WIB.

Menurut HBM, kegiatan semacam ini merupakan momen penting dalam perjalanan profesi seorang wartawan. Dia melihat para peserta memiliki keinginan kuat untuk berprofesi menjadi wartawan yang lebih baik kelak.

Sebelum berbagi, dia membuka sambutannya dengan mengapresiasi JMSI Lampung walau berusia muda sudah bisa menggelar Pra UKW. Semua ini, kata dia, berkat kegigihan Ahmad Novriwan sebagai ketua JMSI Lampung yang berhasil menggelar kegiatan peningkatan kopetensi wartawan.

HBM mengatakan ikut bahagia melihat capaian JMSI. “Kebahagian saya yang pertama, JMSI yang kami dirikan di Banjarmasin telah diakui Dewan Pers. Artinya, secara legalitas, wadah organisasi ini telah menjadi bagian dari konstituen Dewan Pers,” katanya.

Kebahagiaan kedua, katanya, diskusi empat mata dengan Kepala Diskominfotik Lampung Ganjar Jationo, sekira dua tahun lalu, akhirnya teralisasi, bagaimana Pemprov Lampung dapat membantu peningkatan kopetensi wartawan.

“Dengan membantu peningkatan kopetensi wartawan, pada akhirnya, pemerintah juga terbantu dengan semakin banyaknya wartawan kompeten yang pada akhirnya bermuara pada karya-karya jurnalistiknya,” ujarnya.

Kebahagiaan ketiga, katanya, para peserta Pra UKW JMSI Lampung yang pertama digelar ini terlihat sudah tidak bisa dibilang wartawan “ecek-ecek” lagi. “Muka-mukanya sudah pemain semua ini,” humornya.

Dia melihat walau para pesertanya sebagian sudah senior, tetapi mau ikut kegiatan seperti ini. Artinya ada keinginan yang kuat untuk menjadi lebih baik terjun sebagai jurnalis, ujar HBM.

Menurut dia, untuk menjadi wartawan sebetulnya gampang kalau hanya buat mengejar status, sekadar menyandang predikat wartawan, punya kartu wartawan saja sudah cukup. Demikian pula punya perusahaan media, tinggal ke notaris.

UKW juga tak sulit jika hanya mengejar sertifikat sebagai penanda pernah ikut ujian kompetensi atau pra-UKW, tetapi untuk menjadi wartawan yang sesungguhnya, profesionalitas, ujiannya di lapangan, karya-karya jurnalistiknya.

“Artinya, katanya, menjadi wartawan profesional tidak ditentukan oleh Id.card, piagam-piagam, tetapi karya-karya jurnalistik profesionalitas yang selalu berusaha menjaga independensinya dan sensitivity jurnalismnya,” katanya.

Pascareformasi, kata dia, semua bisa punya media dan jadi wartawan, tak seperti sebelumnya. Euforia pers itu yang kemudian menimbulkan tumbuh pesatnya media dan mereka yang terjun ke profesinya sehingga terjadi euforia tersebut.

Dengan mudah, saat ini, setiap orang bisa menyandang status wartawan atau pemilik media. Pelatihan seperti Pra-UKW ini perlu diperbanyak dan diikuti buat mengimbangi terjadinya euforia pers tersebut, ujarnya.

Alam kelak yang akan menyeleksi mana yang bersungguh-sungguh ingin berprofesi sebagai jurnalis atau sekadar coba-coba atau tujuan lainnya. “Menurut saya, wartawan sama mulia dengan profesi-profesi lain,” katanya.

Sebagai jurnalis, banyak ujian-ujian yang ringan, mulai dari intimidasi, ancaman-ancaman, hingga kekerasan fisik, tapi bagi yang mampu menjaga marwah, pandai meniti buih, dan selalu berada pada kaidah jurnalistik, mudah-mudahan bisa melaluinya dengan baik.

“Insya Allah, kawan-kawan menjadi wartawan yang profesional, bisa menjaga marwah, makin sukses, dengan terus mengasah kemampuan jurnalistiknya untuk menyajikan informasi yang berserakannya di sekitar kita,” katanya.

Mewakili JMSI Pusat dan JMSI Lampung, HBM resmi menutup acara Pra UKW. Kegiatan yang diikuti 52 peserta dari berbagai Kabupaten provinsi Lampung tersebut berlangsung tertib, aman dan kondusif, dan diakhiri dengan foto bersama. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *