Lampung Tengah

Bukan Bebas, Polres Lampung Tengah Rehabilitasi 4 Pengguna Narkoba Setelah Diamankan

11
×

Bukan Bebas, Polres Lampung Tengah Rehabilitasi 4 Pengguna Narkoba Setelah Diamankan

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Lampung Tengah— Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Tengah, Polda Lampung sebelumnya mengamankan 4 warga yang diduga sebagai pengguna Narkotika jenis sabu. Senin (18/3/24) sekira pukul 22.00 WIB lalu.

Keempat pelaku yang sempat diamankan tersebut berinisial AS (36), IK (22) SG (37) dan ST (55).

Scroll Untuk Melanjutkan
Iklan 300x600
Pasang Iklan Disini Hubungi Kami

Semuanya merupakan warga Kampung Kusumadadi Kecamatan Bekri Kabupaten Lampung Tengah

Saat dilakukan penggerebekan dan penggeledahan dari tempat kejadian perkara (TKP), Tim Cobra Polres Lampung Tengah dengan dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba AKP Feabo Adigo Mayora Pranata, S.T.K., S.I.K., M.H berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni 1 buah alat hisap sabu (bong),1 buah korek api gas dan 1 buah sumbu api.

Keempat pelaku berikut barang-bukti (BB) kemudian dibawa ke Mapolres LampungTengah guna penyidikan lebih lanjut.

Hal itu dijelaskan oleh Kasat Reserse Narkoba AKP Feabo Adigo Mayora Pranata mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Andik Purnomo Sigit S.H., S.I.K., M.M saat di konfirmasi, Selasa (2/4/24).

AKP Feabo menjelaskan, setelah ke 4 pelaku tiba di Sat Res Narkoba polres Lampung Tengah, para pelaku lalu dilakukan tes urine dengan hasil positive.

“Dari hasil pengembangan selama 3×24 jam dan diperpanjang lagi selama 3×24 jam oleh petugas, tidak juga ditemukan barang bukti berupa Narkotika,” jelasnya.

Untuk itu, Sat Narkoba menggelar Gelar Perkara. Kata AKP Feabo, hasil dari gelar perkara tersebut bahwa polisi tidak memiliki cukup bukti untuk melakukan penahanan, terhadap 4 warga Kampung Kesumadadi yang diduga menikmati barang haram memabukan jenis kristal putih.

“Sehingga ke empat orang tersebut dilakukan rehabilitasi pada hari Jumat tanggal 22 Maret 2024 dengan di dampingi keluarganya di BNNK Kota Metro, Prov. Lampung,” ungkapnya.

“Ya benar, setelah dilakukan pengembangan dan gelar perkara, hasilnya tidak cukup bukti untuk dilakukan penahanan. Sehingga ke empat warga tersebut kami rehabilitasi ke BNNK Kota Metro,” demikian pungkasnya.

(Team Liputan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *