Lampung

Akibat Stockpile Batu-Bara Jalan Hancur Tertutup Lumpur

Avatar photo
337
×

Akibat Stockpile Batu-Bara Jalan Hancur Tertutup Lumpur

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Lampung —Lumpur hitam dan debu pekat melebur jadi satu di Jalan Yos Sudarso, dari arah Kecamatan Panjang hingga Kecamatan Bumi Waras Bandar Lampung.

Di sisi kiri dan kanan jalan ini tampak kubangan lumpur berwarna hitam sisa batubara yang jatuh dari truk pengangkut. Karena terkena hujan, kondisi jalanan pun menjadi kotor dan licin.

Sementara saat jalanan mulai kering, debu-debu batubara ini akan beterbangan hingga mengganggu para pengendara motor dan pejalan kaki.

Dari pantauan Tintainformasi.com Lampung pada Kamis (2/5/2024), di Jalan Yos Sudarso lumpur dan debu ‘kompak’ merusak lingkungan di daerah tersebut. Bahkan kubangan lumpur hitam itu menjalar hingga beberapa kilometer di jalanan tersebut.

Sementara di lokasi stockpile PT SME, tampak mobil angkutan batubara masih keluar masuk. Di depan gerbang, tampak beberapa orang yang berjaga dan mengatur keluar masuknya truk batubara.

“Ini semua dari stockpile itu. Sudah beberapa bulan gini kondisinya,” kata pria itu yang meminta namanya tidak dimuat di media.

 

Meski kondisi Jalan Yos Sudarso ini sudah cukup parah, sayangnya tidak ada perhatian dari pihak perusahaan stockpile. Baik untuk membersihkan secara langsung, maupun bekerjasama dengan warga setempat.

“Boro-boro mau bersihin. Ini mereka sudah lihat lumpurnya eperti di sawah tapi mereka (pihak perusahaan stockpile) tidak peduli. Kita yang capek bersihin,” kata dia.

Yang lebih membahayakan, jalanan licin akibat lumpur hitam sisa batubara ini mengakibatkan jalanan licin. Bahkan sudah ada beberapa pengendara sepeda motor yang terjatuh.

“Sudah banyak yang makan korban jatuh dari motor karena jalanan licin. Tapi tetap saja nggak ada pehatian. Dibiarin aja jalanannya seperti sawah,” ujarnya sambil membersihkan sisa lumpur di jalanan tersebut.

Ia pun menyayangkan tidak ada perhatian dari Pemkot Bandar Lampung untuk membersihkan jalanan atau menertibkan stockpile yang masih beroperasi.

 

“Ini katanya kemarin kan mau dipindahin. Tapi sampai sekarang masih gitu-gitu aja. Harusnya pemda tegas,” kata dia.

Untuk diketahui, sejak akhir tahun 2023 lalu, warga dari Kelurahan Sukaraja dan Way Lunik sudah menggelar aksi unjuk rasa meminta stockpile di daerah itu dipindah. Karena warga sudah tidak tahan dengan debu batubara yang membuat warga mengalami gangguan pernafasan.

 

Unjuk rasa ini pun mendapat perhatian dari Pemkot Bandar Lampung. Saat itu, Pemkot memberikan arahan agar stockpile batubara di daerah itu segera angkat kaki. Namun nyatanya sampai saat ini masih terus beroperasi. (Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *