Kota MetroLampung

Tokoh Adat Pubian Kecam Keras KPU dan Pemkot Bandar Lampung Memakaikan Pakaian Adat ke Maskot Monyet

Avatar photo
1829
×

Tokoh Adat Pubian Kecam Keras KPU dan Pemkot Bandar Lampung Memakaikan Pakaian Adat ke Maskot Monyet

Sebarkan artikel ini

 

TINTAINFORMASI.COM, METRO — Tokoh masyarakat Pubian dan Dewan Pembina Pubian Sai, Ahmad Suberman angkat bicara dan mengecam keras KPU serta Pemkot Bandar Lampung atas dijadikannya maskot pilkada “Monyet” yang dipakaikan baju adat Lampung .

Pria karismatik dan penuh wibawa ini sangat kecewa akan hal tersebut, ketika disambangi awak media Tintainformasi.com di kediamannya jalan Pattimura kelurahan Banjarsari kecamatan Metro Utara, Senen (20/05/1024)
Dia menjabarkan sejarah Lampung dan perjuangan nenek moyang yang sudah bersusah payah menciptakan pakai adat sesuai marga-marga yang ada di lampung , ini ada segelintir orang dengan kekuasaan dan jabatan seenaknya saja memakaikan pakaian adat ke Monyet.
” Saya sangat mengecam keras dan menyayangkan KPU dan Pemkot bandar Lampung memakaikan baju adat ke Monyet, Hewan yang tak beretika, berakal, beradab dan tak berbudaya . Saya juga meminta mereka meminta maaf ke masyarakat Lampung atas perbuatanya,” ujarnya
” Saya pribadi juga menghimbau KPU RI untuk memecat komisioner KPU bandar lampung atas menjadikan Monyet sebagai maskot Pilkada yang dipakaikan pakaian adat Lampung”. Lanjutnya
Disela percakapan, daing Suber sapaan akrabnya ,juga bereaksi keras ketika dimintai pendapatnya mengenai Ormas Laskar Lampung Indonesia dan MPAL melaporkan permasalahan ini ke Polda Lampung.
” Saya sangat setuju dan berharap dalam waktu dekat ini baik Aparat penegak hukum dan KPU RI khususnya untuk memecat komisioner KPU Balam, jika dlm waktu dekat ini Polda maupun KPU RI tidak bertindak maka saya menghimbau masyarakat Lampung untuk turun gunung mengawal permasalahan ini dan berdemonstrasi ke KPU, jika perlu kami marga pubian khususnya pubian sai kota metro akan menyeruduk KPU Kota Bandar Lampung,” tegasnya
” Untuk Kapolda, Kejati dan agar bisa mengawal dan menuntaskan polemik maskot monyet dipakaikan pakaian adat Lampung,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *