Bandar LampungLampung

Berkat Program Destana, Masyarakat Pesisir di Dua Wilayah Lampung Siap Siaga dan Tangguh Terhadap Bencana

Avatar photo
379
×

Berkat Program Destana, Masyarakat Pesisir di Dua Wilayah Lampung Siap Siaga dan Tangguh Terhadap Bencana

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, BANDARLAMPUNG – Masyarakat Pesisir Kota Bandar Lampung dan Masyarakat Pesisir Kabupaten Lampung Selatan, akan dibentuk menjadi masyarakat yang siap siaga dan tangguh terhadap bencana, pasalnya Program Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) yang digenjot Pemerintah Indonesia sudah masuk dan berlangsung di dua wilayah tersebut sejak September 2023 – Juni 2024, Hal ini disampaikan oleh Septi Putri Mandasari, selaku Fasiliator Program Destana Kota Bandar Lampung, saat Konferensi Pers, di Novotel Bandar Lampung, Jum’at (7 /6/2024).

Dalam Konferensi Pers tersebut, Septi menjelaskan, Program Destana di Kota Bandar Lampung akan dilaksanakan di enam titk wilayah, seperti di Kelurahan Panjang Selatan, Kelurahan Panjang Utara, Kelurahan Serengsem, Kelurahan Karang Maritim, Kecamatan Bumi Warah, dan kelurahan Bumi Waras.

Dilanjutkanya, untuk Kabupaten Lampung Selatan, Program Destana juga akan terbagi di beberapa wilayah, seperti Kalianda, Tarahan, Karang Tri Tunggal, Way Muli, Sukaraja dan Desa Bandung.

Beliau juga mengatakan, Program Destana di masing – masing desa atau kelurahan memiliki jumlah peserta sebanyak 30 orang, yang meliputi Ibu – Ibu PKK, Kader Posyandu dan unsur pemerintah kelurahan terkait.

Dari jumlah tersebut diterusknya, kaum hawa yang mengikuti Program Destana per kelurahan atau desa sebanyak 45 % dan 55% sisanya diikuti oleh para pria.

Buk Cepi sapaan akrabnya ini juga mengutarakan bahwa tujuan dari program destana adalah agar masyarakat desa maupun kelurahan khusunya yang berada di wilayah pesisir pantai memiliki kemampuan mandiri dalam menghadapi bencana alam serta mampu memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana seperti tsunami dan gempa bumi.

“Pemerintah Indonesia melakukan Kerjasama dengan Bank Dunia untuk mendukung pembiayaan Program Destana ini. Program sudah berjalan di Provinsi Lampung sejak September 2023 – Juni 2024,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa terdapat beberapa Komponen Program Destana, seperti Komponen Tata Kelola Bencana, dan Program Kesiap Siagaan Terhadap Bencana. Dan terdapat Sub-Komponen, seperti Peningkatan Kemampuan Resiko Bencana, Meningkatkan Kualitas Layanan Sistem Multi Ancaman Bencana, Penyebaran Informasi dan Disenminasi, lalu Peningkatan Komporasi.

Selain itu, dalam wawancara yang dilakukan awak media ini diakhir Konferensi Pers, Buk Cepi menjelaskan bahwa Program Destana dapat akan cepat sampai ke masyarakat umum khusunya masyarakat desa atau kelurahan yang menjadi tempat program tersebut dilaksanakan. Sebab, setiap peserta yang ikut dimintai untuk mensosialisasikan kembali ilmu dan pemahaman yang didapat kepada orang terdekat mereka terlebih dahulu, seperti keluarga, tetangga hingga akhirnya menyebar secara meluas.

Dalam wawancara tersebut, ia juga menjelaskan, secara garis besar Masyarakat sudah mengetahui tentang Program Destana yang di sosialisasikan seperti telah memahai jalur – jalur evakuasi dan mengerti system peringatan dini.

Diakhir wawancara beliau berharap, Masyarakat dapat lebih mandiri dalam penanggulangan bencana. (Rizal)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *