Bandar Lampung

Penanganan Dugaan Kasus Tipikor PT. LEB Meredup, Laskar Lampung Berencana Audensi ke Kejaksaan Tinggi Lampung

23

Tintainformasi.com

Bandar Lampung —

Laskar Lampung makin heran kasus dugaan tipikor PT LEB yang telah menyita uang puluhan miliar dan memeriksa puluhan saksi tapi tak kunjung ada tersangkanya sejak tahun lalu. Mereka rencana audensi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

 

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

“Ya benar, kami akan mengirim surat permohonan ke Kejati Lampung hari ini,” kata Ketum Laskar Lampung Ir. Nerozelly Agung Putra didampingi Sekjen Laskar Lampung Panji Nugraha AB, SH kepada Helo Indonesia, Kamis (27/2/2025).

Menurut Panglima Nero, panggilan Nerozelly, pihaknya selaku ormas akan mempertanyakan kelanjutan pemeriksaan kasus PT LEB (Lampung Energi Berjaya) yang sampai saat ini belum ditetapkan tersangkanya.

Panji Nugraha AB mengatakan Laskar Lampung akan terus mengawal kasus yang merugikan rakyat Lampung atas dugaan tipikor Pengelolaan Dana Participating Interest 10% (PI 10%) dari US$ 17.286.000.

Panglima Nero Kunang mengatakan jangan sampai skandal besar bagi Lampung ini semakin lama semakin redup seperti dugaan korupsi dana hibah KONI Lampung.

Tahun lalu, Kejati Lampung sudah menggeledah Kantor LEB memeriksa sedikitnya 27 saksi, bahkan menyita barang bukti hingga Rp61 miliar. “Kok tak kunjung ada tersangkanya,” tanya Panji Nugraha AB.

Menurut Nero, Kejati Lampung harus menjelaskan kepada rakyat perkembangan kasus yang sempat menggegerkan jelang Pilgub Lampung 2024. ” Uang itu uang rakyat Lampung,” tandasnya, Kamis (13/2/2025).

Bahkan, mengutip pernyataan Aspidus Kejati Lampung Armen Wijaya, SH, MH, kasus ini telah naik ke penyidikan. “Namun, hingga kini, tak ada publikasi siapa tersangkanya hingga dua bulan ini, apa ceritanya,” tanya Nero.

Armen juga sebelumnya, ada jejak digitalnya, katanya, akan memeriksa semua pihak terkait, komisaris dan direksi perusahaan, termasuk petinggi Pemprov Lampung hingga gubernur Lampung saat itu, Arinal Djunaidi, ika diperlukan.

Panglima Ormas Laskar Lampung Nero Kunang mengatakan akan terus mengawal kasus ini. Jangan sampai, skandal besar bagi Lampung ini semakin lama semakin redup seperti dugaan korupsi dana hibah KONI Lampung. (Team.red)

Exit mobile version